Praktik MMQ pada KPR Syariah

0
258
views

TANYA:

Assalamualaikum… Afwan pak mau nanya praktek MMQ di KPR Syariah. Yang katanya sudah diresmikan di perbankan dan bisa digunakan untuk berbagai macam akad, salahsatunya KPRS itu. Syukron

JAWAB:

Wa’alaykumsalam warohmatullahi wabarokatuh..

Semoga berkah rezeki antum/antunna 😊

Praktek MMQ di KPR Syariah :

▶ Contoh Case 1

  1. Bank Syariah dan Annisa share saham atas kepemilikan rumah. Misal nya : Bank Syariah 70% dan Annisa 30%. Kepemilikan nya berdua. Pemegang saham nya juga berdua.
  2. Annisa menyewa rumah yang milik berdua ini.
  3. Annisa dengan share 30% tadi juga mendapatkan hasil. Disini teknis nya bisa di hitung secara Matematis.
  4. Annisa mengangsur biaya sewa dan menambah share. Dari 30% bertambah terus sampai dengan 100%.
  5. Jika share nya Bank Syariah berkurang terus (mutanaqishah) sampai dengan 0%, maka otomatis kepemilikan rumah menjadi 100% milik Annisa. Sehingga tidak ada hibah.

▶Contoh Case 2

Akad MMQ ini biasanya dipakai untuk KPR Syariah yang ingin menggunakan skema kepemilikan bersama lalu dilanjutkan dengan penambahan kepemilikan di sisi Nasabah dan pengurangan kepemilikan di sisi Bank Syariah. Disini ada 3 pihak yg terlibat, yaitu : Nasabah, Bank Syariah, dan Developer dengan mekanisme urutan seperti ini :

  1. Ariyani (Nasabah) membutuhkan rumah. Ariyani datang ke Bank Syariah untuk beli rumah yang di inginkan. Ada Developer sebagai pemilik rumah, misal : rumah nya harga Rp 400 Juta.
  2. Lalu Bank Syariah dan Ariyani sama-sama sepakat beli rumah dengan porsi kepemilikan 20% milik Ariyani dan 80% milik Bank Syariah. Jadi saat itu uang yang harus dikeluarkan oleh Ariyani adalah 20% x Rp 400 Juta = Rp 80 Juta. Dan uang yang harus dikeluarkan Bank Syariah adalah 80% x Rp 400 Juta = 320 Juta. Nah bisa di katakan bahwa pemilik rumah adalah kami berdua, sehingga ada porsi kepemilikan, ada hak dan kewajiban pada masing-masing pihak.
  3. Lalu Ariyani menyewa rumah itu selama jangka waktu tertentu. Misal nya : 4 tahun, dan ada review harga sewa setiap 1 tahun sekali. Sebagai penyewa, Ariyani harus bayar uang sewa secara rutin. Namun sebagai bagian dari pemilik, Ariyani mendapat bagian hasil atas sewa itu.
  4. Selain rutin bayar uang sewa selama 4 tahun, Ariyani juga melakukan jual beli kepemilikan porsi misalnya 1 bulan sekali, agar perlahan tapi pasti, porsi Ariyani bertambah dari 20% menjadi 100%, dan porsi kepemilikan di Bank Syariah berkurang dari 80% menjadi 0%. Nah di saat inilah (misal nya di akhir angsuran tahun ke-4) maka rumah tersebut sepenuhnya menjadi hak nya Ariyani.

Di dalam praktik Bank Murni Riba, TIDAK mengenal transaksi Pembiayaan Kongsi Berkurang, karena pasti Bank Murni Riba TIDAK BERANI. Di sisi penyaluran dana, Bank Murni Riba hanya mengenal Kredit Berbunga.

Demikian. WaLlaahu a’lam

Oleh, Annisa Ida Ariyani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here