Solusi Atas Keharaman Dagang Pinjaman Uang

0
131
views

TANYA:

Assalamu’alaikum Pak.. Kalau ada teman saya yang mau buka usaha jasa peminjaman uang. Pengembaliannya dengan cicilan per bulan dan ada % semacam bunganya gitu. Agar sesuai dg aturan muamalah, akadnya bagaimana ya Pak?

JAWAB:

Waalaykum salam warahmatullahi wabarakatuh

Profit hadir gak boleh tanpa jual beli. “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan Riba”. Profit ini harus hadir karena jual beli jasa atau barang atau manfaat. Terkait akad, akad yang dipake tergantung tujuan. Bisa dengan modal kerja atau jual beli atau kerja sama.

Definisi Pinjaman adalah memberikan dana dengan pengembalian (wajib) sesuai dana yang dipinjamkan.

Logika Fikih Larangan.

Oleh karena definisi, sifat, dan skemanya adalah transaksi Pinjaman, maka sipeminjam tidak boleh menjanjikan dan/atau pemilik dana tidak boleh meminta kelebihan pengembalian.

Kullu qardhin jarra manfaah fahuwa ar ribaa| setiap pinjaman yang menghadirkan manfaat/faedah/interest/bunga, maka transaksi itu termasuk kategori Riba.‌ | ILBS Quotes

Terkait jasa peminjaman uang, perhatikan kaidah ini : “Perlakukan UANG sebagai MODAL yang dijadikan ALAT perdagangan bukan untuk diperdagangkan”.

Terpahami bahwa meminjamkan UANG itu tidak bisa diambil jasanya. Dikarenakan uang itu hanya sebagai alat untuk menentukan nilai dari barang dan jasa sekaligus mempermudah transaksi.

Terlebih lagi pinjam meinjam itu adalah akad tabarru  yg Not Profit Transaction (Tujuan transaksi ini tolong-menolong & bukan keuntungan komersil).

Dikarenakan PINJAMAN UANG dilarang utk menghadirkan profit/keuntungan maka solusi nya adalah dengan menggunakan AKAD :

  1. NCC (Natural Certainty Contract). Akad yg dari tanda tangan akad udah jelas nominalnya berapa rupiah. Sehingga ketahuan pasti berapa hutangnya. Natural Certainty Contract ini pake Margin.
  2. NUC (Natural Uncertainty Contract). Akad yg dari tanda tangan akad belum jelas nominalnya berapa rupiah. Sehinga TIDAK ketahuan pasti berapa hutangnya. Natural Uncertainty Contract ini pake Bagi Hasil.

Jelasnya gini, klo akadnya NCC ya jual beli. Klo akadnya NUC ya bagi hasil. Skema dan risiko cocokkan aja dg istilah.

Solusi : Misal kebutuhan peminjam utk membeli barang elektronik.

(1) Peminjam butuh pembiayaan untuk memiliki barang elektronik 10 juta.

(2) Peminjam mau nyari dan milih sendiri barangnya. Si pemberi pinjaman mewakilkan kepada sipeminjam untuk cek spesifikasi barang dan melakukan Jual Beli dengan Toko.

(3) Terjadilah Jual Beli antara si pemberi pinjaman (yang diwakili oleh si peminjam) dengan Toko seharga 10jt.

(4) Pemilik barang elektronik saat ini adalah si pemberi pinjaman.

(5) Kemudian dan selanjutnya si peminjam dan Si Pemberi Pinjaman melakukan jual beli barang elektronik seharga 20jt. Si Pemberi Pinjaman menjual barang elektronik ke Si Peminjam dengan menyebutkan harga dari Toko 10jt dan ambil untung 10jt.

(6) Si Peminjam bayar angsuran.

(7) Logis. Syariah. Sah.

Pinjaman adalah hutang. Hutang 100 balikin 100. | Jual beli adalah tukar menukar uang dengan barang/jasa/manfaat, ditambah margin. | Kerja sama adalah skema bisnis yg hasilnya berapa nanti ketahuan nominalnya setelah ada hasil.

Wallahua’lam

Oleh: Arie Syantoso

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here