Bank Syariah VS Kyai NU

0
46
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

Rasanya..

Rasanya tidak sulit bagi kita untuk menemukan Kyai NU yang tidak setuju dengan keberadaan Bank Syariah. Tak perlu sebut nama. Dan saya juga sangat yakin masih begitu sangat banyak warga NU yang masih belum menggunakan Bank Syariah.

Padahal..

Padahal, terkait Bank Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah ini, apa yang ada di grass root, akan beda dengan apa yang ada di pimpinan tertinggi Ulama di NU. Ini yang perlu dicermati lagi, kenapa bisa begitu? Ada yang salah di sisi komunikasi warga NU?

Ternyata..

Ternyata keberadaan operasional dan bisnis Bank Syariah itu sulit dilepaskan dari jasa Kyai-kyai NU. Ya. NU. Nahdhatul Ulama.

Kok bisa?

Berdasarkan data dan fakta, perhatikan saat ini ada total 110 Fatwa yang membahas Bank Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah. Perhatikan nama orang yang menandatangani 110 Fatwa tersebut.

Ada 12 Fatwa ditandatangani Prof. KH. Ali Yafie [Rais Aam Syuriyah PBNU tahun 90-an]

Ada 78 Fatwa ditandatangani oleh DR. [HC]. KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfuzh [Rais Aam Syuriyah PBNU tahun 2000-an sampai wafat tahun 2013].

Ada 6 Fatwa ditandatangani oleh Plt. Ketua MUI yakni Prof. Dr. Dien Syamsuddin [Ketua Umum PP Muhammadiyah saat itu yang menjadi pelaksana tugas saat wafatnya Rais Aam Syuriyah PBNU sampai terpilih Ketua MUI yang baru].

Ada 14 Fatwa ditandatangani oleh Prof. DR. [HC]. KH, Ma’ruf Amin [Rais Aam Syuriyah PBNU sampai hari ini].

Jadi, ternyata, Bank Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah ini di-Fatwa-kan oleh Pemimpin Tertinggi Ulama PBNU. Nahdhatul Ulama.

Dan saya sangat yakin kredibilitas Rais Aam Syuriyah PBNU. Beliau tidak akan tidak konsisten dengan “titah”-nya. Beliau akan memberikan keputusan-keputusan Fatwa yang serasi, di manapun.

Terima kasih PBNU.
Ayo ke Bank Syariah. | #iLoveiB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here