Grand Rumus Bisnis Syariah

0
334
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

“Profit masuk akal hadir jika dan hanya jika melalui Jual Beli. Tidak bisa tidak.” Ifham Quotes

Itulah Grand Rumus atau Biang Rumus atau Rumus induk dari Bisnis Syariah. Rumus tersebut insya Allah sudah inline atau serasi dengan berbagai Dalil Naqli pada Nash (Alquran dan Assunnah], Dalil [Alquran, Assunnah, Ijma’, Qiyas, Istihsaan, Urf, Mashlahah Mursalah, Istish-haab, Qaul (madzhab) Shahabat, Syar’u man Qablanaa, Sadd adz Dzarii’ah] dan al Qawaa’id al Fiqhiyyah dari al Qawaa’id al Asaasiyyah al Kubroo, al Qawaa’id al Kulliyyah sampai al Qawaid al Mukhtalaf.

Rumus tersebut sudah pula sesuai dengan rumus logika yang sehat. Al Aql ash Shahiih laa Yata’aaradh bi an Nash ash Shariih. Akal yang sahih, akal yang sehat, tidak akan melawan nash yang lugas.

Bisnis apapun yang ingin disebut sesuai Syariah, harus menganut rumus tersebut. Baik bisnis non keuangan maupun bisnis keuangan. Lembaga Keuangan Syariah apapun harus tunduk pada kaidah tersebut, jika mau ambil profit.

Jenis Dagang

Alquran menyebut kata dagang dengan kata tijarah. Kata tijarah disebut 8x dalam Alquran. Tijarah. Transaksi motif profit. Transaksi bisnis. | Sedangkan tijarah (dagang) terdiri dari 2 jenis, yakni [1] bay’ (jual beli atau buy) yang disebut 6x oleh Alquran dan [2] syirkah (kongsi alias share) yang pasti akan melalui jual beli (jika mau profitnya hadir secara masuk akal).

Objek Dagang

Objek jual beli (bay’) ada 2, yakni [1] ‘ayn (barang) dan [2] manfa’ah (manfaat). Manfa’ah dibagi menjadi 2, yakni [a] manfa’ah dari ayn [sewa menyewa barang], dan [b] manfa’ah dari a’maal [perbuatan] yang biasa disebut dengan jasa.

Itulah rumus Bisnis sesuai Syariah. Pemirsa cukup menguasai rumus tersebut secara hukmi dan haqiqi untuk bisa menerapkan bisnis sesuai Syariah.

Transaksi Terlarang

Selanjutnya, al Ashlu fi al Mu’aamalaati al Ibaahah illaa an Yadulla Daliilun ‘alaa Tahriimihaa. Hukum asal dari Muamalah adalah mubah (boleh) sampai ada dalil yang menunjukkan keharamannya.

Setelah memahami Grand Rumus di atas, selanjutnya pastikan saja bisnis Anda tidak mengandung transaksi terlarang. Dua hal yang terlarang adalah dari sisi zat dan nonzat.

Dari sisi zat, Anda nggak boleh melakukan transaksi untuk zat haram seperti bangkai (selain bangkai ikan dan belalang), darah, daging babi, hewan yang mati dipukul, hewan berkuku tajam, hewan disembelih tidak atas nama Allah, khamr, hewan najis, dll.

Sedangkan haram nonzat terdiri dari penipuan (tadlis), manipulasi (ihtikar dan bay’ najasy), riba, suap, gharar (ketidakjelasan & ketidakpastian transaksi yang seharusnya pasti dan jelas), maisir (spekulasi yang terlarang), zhalim, maksiat, transaksi fasid, transaksi batil, dan transaksi yang tidak memenuhi rukun dan syarat transaksi.

Cukup itu saja bekal kita untuk memastikan bahwa bisnis kita ini masuk akal atau tidak.

WaLlaahu a’lam

Previous articleLogika Embel-Embel
Next articleCommunity
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here