Logika Embel-Embel

0
78
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

Perhatikan kaidah fikih yang mukhtalaf berikut ini:

هل العبرة بصيغ العقود او بمعانيها؟

“Apakah menghukumi transaksi itu berdasarkan kata-katanya atau berdasarkan maknanya?”

Perhatikan..

Tak sedikit yang bilang bahwa Bank Konven dan Bank Syariah itu sama saja, hanya embel-embelnya yang beda, hanya istilahnya aja yang beda, hanya labelnya saja yang berbeda.

Imam Syafii berkaidah bahwa dalam transaksi, embel-embel alias istilah alias label itu lebih penting daripada maksud dan makna.

Kalau sampeyan menganggap bahwa embel-embel alias istilah alias label itu nggak penting, lha sampeyan itu siapa?

Coba cermati kaidah dari Imam Syafii berikut ini:

العبرة في العقود بالالفاظ والمباني لا بالمقاصد والمعاني

“Penentuan hukum itu akan lebih berdasarkan pada lafazh (yang tertulis) dan penyusun/pembangun transaksinya, bukan pada maksud dan maknanya.”

Terkait hal serupa (dalam urusan penentuan hukum), Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berkaidah:

العبرة في العقود بالمقاصد والمعاني لا بالالفاظ والمباني

“Penentuan hukum itu akan lebih berdasarkan pada maksud dan tujuannya, bukan pada lafazh (yang tertulis) dan penyusun/pembangun transaksinya.”

Ada lagi versi Imam Ahmad bin Hanbal:

اذا وصل بالفاظ العقود ما يخرجها عن موضوعها فهل يفسد العقد بذلك؟ اويجعل كناية عما يمكن صحته على ذلك الوجه؟

“Apabila pada kata-kata transaksi terdapat sesuatu yang memalingkan transaksi tersebut dari sasarannya, adakah hal itu bisa merusakkan transaksi? Atau dianggap sebagai kinayah dan transaksi yang bisa sah dengan cara seperti itu?”

Apalagi

Apalagi, kita bisa mencermati bahwa Alquran dan Hadits yang jadi pedoman kita pun tersusun dari istilah alias label alias embel-embel alias asmaa`. Perjanjian legal pun tersusun dari istilah-istilah. | Dan di setiap tata kata-nya, pasti ada makna.

Bahkan dalam hal hukum, setiap istilah, itu punya rukun dan syarat-syarat masing-masing. Punya risiko masing-masing, punya risiko hukum/syariat masing-masing. Semua berawal dari istilah.

Jadi..

Dengan demikian, saya berkesimpulan bahwa istilah dan makna, dua-duanya penting. Embel-embel itu penting. Istilah itu penting. Label itu penting. Maksud itu penting. Makna itu penting.

Hati-hati

Menyamakan saja atas transaksi dengan label yang berbeda, apalagi dua hal itu diperlawankan, ini bisa merupakan kampanye perang melawan Alquran dan Hadits.

WaLlaahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here