Inovasi Produk

0
264
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

Di suatu Seminar, ada seorang Master Dosen UIN mengatakan agar Bank Syariah itu melakukan Inovasi.

Saya tanya balik aja. Inovasi itu apa? Apa definisi Inovasi di Bank Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah?

Akhirnya ketemulah definisi yang disepakati. Inovasi adalah temuan baru. Inovasi adalah hal baru yang berbeda dengan hal yang lain. Inovasi adalah hal baru yang berbeda dengan sesuatu dikira sama.

Benarkah Bank Syariah TIDAK melakukan Inovasi? Mari dibedah secara OBJEKTIF. Kalau Bank Syariah melakukan hal baru dan berbeda dibanding dengan Bank Konven, rasanya sangat tidak layak Bank Syariah dibilang tidak melakukan Inovasi.

Saat itu saya contohkan satu saja produk Bank Syariah, yakni KPR Syariah.

Pada KPR Riba, hanya mengenal AKAD KREDIT PLUS BUNGA. Selesai.

Pada KPR Syariah, harus pake legal dan logika DAGANG. Ada alternatif AKAD JUAL BELI, SEWA BERAKHIR LANJUT MILIK, KONGSI BERKURANG DAN SEWA. Minimal 3 akad itu yang cukup populer.

Labelnya beda. Istilahnya beda. Nama perjanjiannya beda. Pengertiannya beda. Definisi legalnya beda. Isi pasal demi pasalnya beda. Alurnya beda. Akuntansinya beda. Pencatatannya beda. Nama akunnya beda. Alur akuntansinya beda. Objek transaksinya beda. Deal nominal pada saat akadnya beda. Konsekuensinya beda. Status hukumnya beda. Dampak makronya beda. Pengawasannya beda. Apalagi?

Apakah masih tidak bisa melogika bahwa Produk dan Operasional Bank Syariah itu sesuatu yang INOVATIF? Bahkan Bank Riba TIDAK BERANI menirunya, kecuali jika mau berubah dulu menjadi Bank Syariah.

Jika perbedaan yang seperti itu dianggap sama saja (katakanlah bukan Inovasi), jangan-jangan Syariat Islam itu juga tidak perlu ada.

WaLlaahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here