Ganti Objek Atau Agunan?

0
62
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

[14:15, 22/11/2017] DMSX: Assalammualaikum pak ustadz @Ahmad Ifham Sholihin , untuk akad dengan musyarakah mutanaqishah apakah boleh jika kita mengganti obyek yang diagunkan dengan obyek baru?

[16:21, 22/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Waalaykum salam wr wb.

Kalau yang diganti adalah SERTIFIKAT AGUNAN-nya, secara prinsip syariah boleh, namun harus ikut prosedur perjanjian, misalnya jika agunan diharuskan SERTIFIIKAT objek pembiayaan, ya patuhi saja.

[16:45, 22/11/2017] DMSX: Bagaimana dengan syirkah dengan objek yg agunan yg pertama ustadz @Ahmad Ifham Sholihin ? Terhadap objek agunan (dhi SHM) yang diganti. Apakah syirkahnya tetap dihitung dengan melanjutkan dengan hitungan yg telah di jalani

[20:11, 22/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Syirkah kan kongsi. Kalau agunan kan jaminan atas kongsi ya.

[20:12, 22/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Saya belum paham maksud kalimat awal dikaitkan dengan kalimat berikutnya 🙏😊

[08:08, 23/11/2017] DMSX: Iy maaf ustadz @Ahmad Ifham Sholihin ats keterbatasan saya 🙏🏻 , maksud saya awal kita mengajukan pembiayaan dengan akad MMQ adalah merenovasi rumah dan ini yang menjadi obyek MMQnya dan sekaligus menjadi agunan di Bank. Nah tiap bulan kita kan bayar sewanya (karena kongsi kepemilikan dengan bank). Maksud saya jika kita merubah agunan otomatis obyeknya berubah juga ustadz, nah klo bisa dirubah agunan apakah itu tidak merubah hak kongsi kita yang telah kita bayarkan tiap waktunya. Dan bagaimana korelasi tujuan awal yang merenovasi/membeli rumah (dhi obyek lama) yang ditukar dengan agunan baru

[09:12, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Waalaykum salam wr wb.

Kalau yang diganti adalah SERTIFIKAT AGUNAN-nya, secara prinsip syariah boleh, namun harus ikut prosedur perjanjian, misalnya jika agunan diharuskan SERTIFIIKAT objek pembiayaan, ya patuhi saja.

[09:13, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Yang disewa adalah OBJEK AKAD. Yang diagunkan adalah sertifikat rumah manapun, secara syariah jelas boleh. Secara prosedur, ikut aturan bank aja

[09:15, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Bedakan antara objek akad dengan sertifikat yang diagunkan. SECARA SYARIAT, boleh sama, boleh beda.

Aturan bank syariah biasanya disamakan jika untuk musyarakah mutanaqishah

[14:20, 23/11/2017] DMSX: Nah maksud saya klo agunanny berbeda dengan obyek yang diagunkan karena dilakukan penukaran (atas permintaan saya/nasabah), bagaimana dengan akad awalnya bahwa agunan pertama yang didalam akadnya menjadi obyek MMQNya? Dan bagaimana hishahnya pak ustadz @Ahmad Ifham Sholihin

[14:24, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Sudah saya jawab di atas. Coba dibaca lagi.

[14:28, 23/11/2017] DMSX: Iy ustadz boleh berbeda agunan mnrt ustadz, yg saya tanyakan bagaimana dengan akad awalnya dengan perubahan obyek yg ditukar?

[14:28, 23/11/2017] DMSX: Addendum akad dengan agunan yg ditukar?

[14:29, 23/11/2017] DMSX: Terus hishahnya dilanjutkan berdasarkan dengan dasar pembayaran(sewa) yang telah kita bayarkan?

[14:39, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Coba baca lagi tulisan saya di atas.

[14:48, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Waalaykum salam wr wb.

Kalau yang diganti adalah SERTIFIKAT AGUNAN-nya, secara prinsip syariah boleh, namun harus ikut prosedur perjanjian, misalnya jika agunan diharuskan SERTIFIIKAT objek pembiayaan, ya patuhi saja.

[14:48, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Yang disewa adalah OBJEK AKAD. Yang diagunkan adalah sertifikat rumah manapun, secara syariah jelas boleh. Secara prosedur, ikut aturan bank aja

[14:48, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Bedakan antara objek akad dengan sertifikat yang diagunkan. SECARA SYARIAT, boleh sama, boleh beda.

Aturan bank syariah biasanya disamakan jika untuk musyarakah mutanaqishah

[14:52, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Saya nggak pernah bilang boleh berbeda agunan. Tepatnya saya bilang secara syariat boleh beda sertifikat agunan.

Saya malah nggak pernah bilang objek akadnya ditukar.

—-

Jika kalimat-kalimat saya dipahami, maka pertanyaan terkait hishah, ya tetap pada OBJEK AKAD yang sama.

Itu secara syariah BOLEH.

Saya bilang juga bahwa aturan Bank Syariah biasanya disamakan jika untuk musyarakah mutanaqishah. Disamakan antara objek akad dengan sertifikat yang diagunkan. Prinsipnya ya ikuti aja aturan Bank Syariah.

[14:53, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Bedakan antara OBJEK AKAD dengan SERTIFIKAT YANG DIAGUNKAN. Secara SYARIAT, boleh sama, boleh beda.

Aturan bank syariah biasanya disamakan jika untuk musyarakah mutanaqishah

[14:54, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Kata SERTIFIKAT YANG DIAGUNKAN akan bermakna tidak sama persis dengan AGUNAN. Agunan bisa berupa OBJEK AKAD. Tapi kalau SERTIFIKAT YANG DIAGUNKAN berarti BUKAN Objek Akad.

[14:55, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Cermati lagi tentang bahasa. Bahasa Indonesia.

[14:55, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Ketika Agunan adalah Objek Akad, maka Akad tersebut rusak.

[14:55, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Ayo cermati lagi.

[14:57, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Kalau saya bilang “Agunan bisa berupa OBJEK AKAD, maka saya mohon jangan dimaknai bahwa saya bilang “Agunan boleh berupa OBJEK AKAD.”

[14:57, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Ini bukti bahwa beda satu kata aja akan sangat beda maknanya.

[14:57, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Jangan sepelekan istilah. Dan cermati penggunaan kata per kata.

[15:14, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Dan yang saya bahas adalah dua sisi. Sisi syariah dan sisi prosedur. Jika prosedur tidak melawan syariah, ikuti aja aturan di Bank Syariah nya.

[15:44, 23/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Kalau objek diukar, berarti akadnya ganti. Mungkin saja itu terjadi. Dan hukumnya boleh. Asalkan diatur aja agar tidak melanggar syariat. Atur aja terkait kesepakatan harga sewa.

Ikuut arahan Bank Syariah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here