Ilmu Wajib Ayn Wajib Kifayah

0
107
views

Ilmu Wajib Ayn Wajib Kifayah
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

—–

Tulisan di Page:

“Ilmu yang Wajib

Kitab Ta’lim al Muta’allim Thariiq at Ta’allum bilang bahwa ilmu yang wajib dikuasai adalah ilmu al haal. Sebaik-baik amal adalah menjaga al haal.

Ilmu al haal ini terdiri dari:

1. Ilmu tentang Ibadah. Yakni ilmu tentang syariat ibadah dan hal-hal yang menyebabkan Ibadah bisa dijalankan.

2. Ilmu tentang Jual Beli. Ilmu tentang dagang. Bahkan penulis kitab Ta’lim Muta’allim bilang bahawa salah satu ciri Zuhud adalah seorang yang berdagang dengan menghindari hal yang makruh dari dagang.

3. Ilmu tentang ahwaal al qalb. Ilmu dinamika hati. Tentang tentang sabar, tentang tawakkal, tentang ridha, tentang khasy-yah dan tentang berbagai dinamika hati.

Yuk kita pahami semua ilmu itu. Kita amalkan.”

—–

Member Page:

“Bgm dgn ilmu alam, kedokteran, farmasi, penerbangan, dll yg menyangkut hajat hidup orang banyak. Wajib ain atau wajib kifayah? Hati2 dlm menyadur.. dan me’wajib’kan sesuatu.. sumber shahih atau tidak??”

—–

Ahmad Ifham Sholihin:

Statement di atas tidak satu pun menyebutkan wajib ayn [wajib bagi setiap muslim dan/atau mukmin] atau wajib kifayah [jika sudah ada yang mempelajarinya maka gugur kewajiban kita].

Coba cermati juga kaidah ini:

ما لا يتم الواجب الا به فهو واجب

Begitulah lanjut penjelasan di Kitab Ta’lim al Muta’allim Thariiq at Ta’allum. Sesuatu yang tidak akan sempurna sebuah kewajiban tanpa sesuatu itu, maka sesuatu itu menjadi wajib.

Kitab Ta’lim al Muta’allim pun membedakan antara wajib ayn dan wajib kifayah. Jadi, kalau ada pernyataan wajib, jangan kaget dulu trus mikir bahwa wajib itu pasti wajib ayn. Tidak. Tidak serta merta begitu.

Kalau batasan wajib ayn adalah yang memang mau tidak mau harus dijalankan oleh diri sendiri. Misalnya ilmu BERSUCI alias thaharah. Kenapa wajib ayn? Ya karena setiap diri wajib menjalankan ritual ibadah dan ritual ibadah nggak bisa dijalankan tanpa bersuci.

Makanya kitab fikih klasik mengawali bahasan kitab dengan Kitaab ath Thahaarah. Bab bersuci. Ulama terdahulu mengajarkan kita berpikir sistematis berdasarkan titah [khithab].

Kalau ada seorang Profesor Doktor yang tidak menguasai ilmu bersuci, maka mungkin dia bukan seorang mukmin dan muslim.

Contoh wajib kifayah ya ilmu lain yang dia itu sangat menunjang hajat hidup, sangat menunjang ibadah, dan statusnya wajib kifayah. Contoh di Kitab Ta’lim Muta’allim adalah ilmu tentang memandikan jenazah. Termasuk ilmu kedokteran, ilmu penerbangan, ilmu alam, dan sejenisnya.

Tapi kalau ada seorang Profesor Doktor yang ilmu THAHARAH-nya aja belum beres, ya mungkin beliau bukan mukmin, bukan muslim. Karena ilmu thaharah adalah fardhu ayn, se-fardhu ayn untuk memahami ilmu tentang sholat.

Revolusi pendidikan. Mari kita jejali generasi ke generasi kita dengan ilmu-ilmu yang wajib ayn terlebih dulu, baru kita pikirkan ilmu wajib kifayah-nya. Jangan kebalik-balik.

WaLlaahu a’lam

Previous articleLogika Berpikir
Next articleWhy Must iB?
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here