Logika Total Uang Keluar

0
53
views
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin
 
Salah satu kerjaan saya memang membandingkan logika bisnis Bank Syariah dengan Bank Riba.
 
Mari gunakan logika. Akad adalah SAAT DEAL. Klausul pada PERJANJIAN legal formal adalah pada saat deal. Pasal demi pasal yang menjadi kewajiban adalah PADA SAAT DEAL. Bukan mungkin nanti atau jatuhnya nanti.
 
Contoh perbandingan:
 
[1]
 
KPR Annuitas Konven:
Pada SAAT DEAL:
Akad: Kredit Riba.
Harga: Tidak Ada.
Harga: Tidak Tahu.
Total Hutang: Tidak Ada.
Total Hutang: Tidak Tahu.
 
KPR Syariah, Jual Beli:
Pada SAAT DEAL:
Akad: Jual Beli.
Harga: Ada.
Harga: Tahu.
Total Hutang: Ada.
Total Hutang: Tahu.
 
[2]
 
KPR Flat Konven:
Pada SAAT DEAL:
Akad: Kredit Riba
Harga: Tidak Ada.
Harga: Tidak Tahu.
Total Hutang: Ada.
Total Hutang: Tahu.
 
KPR Syariah, Jual Beli:
Pada SAAT DEAL:
Akad: Jual Beli.
Harga: Ada.
Harga: Tahu.
Total Hutang: Ada.
Total Hutang: Tahu.
 
—–
 
Dari dua contoh di atas, apa bisa dibandingkan? | Bisa, tapi perbandingannya pasti tidak masuk akal.
 
Apa definisi masuk akal?
 
“Profit masuk akal hadir jika dan hanya jika melalui Jual Beli. Tidak bisa tidak.” Ifham Quotes
 
Ini rumus logika pengambilan untung. Jika tidak percaya rumus tersebut, maka diskusi langsung selesei. Kalau dipaksa lanjut, PASTI akan merusak logika, karena membandingkan dua hal yang berbeda.
 
—–
 
Kenapa Konven SANGAT TIDAK BERANI ganti istilah?
 
Karena:
 
1. Kalau Bank Konven ganti istilah seperti istilah di Bank Syariah, maka berdampak pada manajemen risiko yang salah satunya adalah kenaikan marjin, jika akad diubah jadi jual beli.
 
2. Kalau Bank Konven ganti istilah seperti istilah di Bank Syariah, maka Bank Konven nggak bisa lagi mensupport bisnis transaksi haram.
 
3. Kalau Bank Konven ganti istilah seperti istilah di Bank Syariah, maka Bank Konven nggak bisa lagi support bisnis zat haram.
 
—-
 
Cara membandingkan yang masuk akal:
 
KPR Jual Beli Bank A:
Pada SAAT DEAL:
Akad: Jual Beli.
Harga: Ada.
Harga: Tahu.
Total Hutang: Ada.
Total Hutang: Tahu.
 
KPR Jual Beli Bank B:
Pada SAAT DEAL:
Akad: Jual Beli.
Harga: Ada.
Harga: Tahu.
Total Hutang: Ada.
Total Hutang: Tahu.
 
—–
 
Jika Bank A lebih mahal dibanding Bank B, agar Bank A bisa bikin harga lebih murah, maka secara sistemik yang MUNGKIN dilakukan Bank A adalah:
 
1. Tingkatkan persen CASA alias Current Account Saving Account dibanding Deposito. Tentu tak akan pernah ada dana mahal di Bank Syariah. Ini disarankan.
 
2. Kurangi gaji dan biaya operasional. Mmm.. fokus poin 1 aja.
 
Nah..
 
Mari kita sehatkan akal kita agar membandingkan dua transaksi yang skemanya sama. Sejatinya sah saja membandingkan dua hal yang transaksinya sudah beda, tapi nggak konek nanti.
 
Ayo ke Bank Syariah, Bank yang sudah nyata berani ikut kaidah dagang secara masuk akal, ikut logika “Profit masuk akal hadir jika dan hanya jika melalui Jual Beli. Tidak bisa tidak.” Ifham Quotes
 
WaLlaahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here