Perlukah Fatwa e-Money?

0
38
views

[05:25, 22/09/2017] Ahmad Ifham Sholihin: E-Money Kok Riba

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1851724631510430&id=164285540254356

[07:15, 22/09/2017] ASWN: Merdeka.com – TrueMoney, layanan uang elektronik hasil kolaborasi dari Ascend Group dan PT. Witami Tunai Mandiri, baru saja dinyatakan oleh MUI merupakan produk e-money yang telah bersertifikat syariah. Bahkan menurut Ketua Umum MUI, KH. Maruf Amin, TrueMoney merupakan produk uang elektronik satu-satunya di Indonesia yang telah bersertifikat syariah.

“Baru TrueMoney yang satu-satunya produk uang elektronik yang bersertifikat syariah. Produk E-money lainnya belum bersertifikasi syariah,” ujarnya dalam konferensi pers TrueMoney di Jakarta, Senin (28/3).

Sejauh ini, kata dia, meskipun beberapa perbankan syariah mengeluarkan produk e-money, belum bisa dikategorikan syariah. Pasalnya, hingga saat ini pihak perbankan syariah yang memiliki uang elektronik tersebut belum pernah dilakukan audit oleh MUI.

“Yang lain-lain belum bisa dikatakan syariah karena kita belum audit. Kita tidak tahu. Jadi ya, wallahuallam. Kalau TrueMoney ini kan udah kita audit, proses, dipelajari. Dari hasil itu, kita simpulkan bahwa TrueMoney ini tidak riba. Dan pastinya, mereka udah dapat legalitas dari Bank Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, menurut CEO TrueMoney, Joedi Wisoeda, skema syariah yang dilakukannya adalah fee yang didapatkan pihaknya bukan dari transaksi yang dilakukan, melainkan mendapatkan fee dari Biller atau agen karena membantu membayarkan.

“Kita dapat fee dari Biller, karena kita membantu membayarkan. Jadi gak ngambil dari transaksinya,” ujarnya.

Dari sisi pendayagunaan teknologi, TrueMoney telah mengaplikasikan teknologi berbasis EDC, aplikasi smartphone, serta website untuk menjembatani transaksi online secara syari. Terobosan ini diinisiasi oleh sang komisaris yang sekaligus merupakan pengembang dan penggerak bisnis syariah PT. Witami Tunai Mandiri, Habib Helmi Baharum, dengan misi untuk ikut serta didalam program pemerintah, khususnya mengenai percepatan pembangunan ekonomi nasional berbasis syariah.

[07:16, 22/09/2017] ASWN: E-money blm clear nih mas Ifham di DSN?

[07:16, 22/09/2017] ASWN: Infonya, fatwa khususnya sdg dibuat..

[07:35, 22/09/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Fatwa e-Money belum ada. Jadi, halal.

Opini DPS sudah jalan. Saya masih inget tahun lalu ketemu Dr. Hasanuddin, M.Ag di kampus IIQ ketika masa menyusun Opini DPS untuk e-Money. Dan produknya sudah lanching.

Dalam kondisi seperti sekarang, saya kira ini cukup. Apalagi ini Muamalah.

Cara komunikasi TrueMoney yang men-state sebagai satu-satunya e-Money yang sudah bersertifikasi Syariah ini strategi bisnis aja. Dan ini boleh.

E-Money BSM dan BNI Syariah juga sudah dinyatakan halal oleh DPS-nya. Segera menyusul, ada Bank Muamalat.

Bahkan menurut saya, e-Money nggak perlu Fatwa, jika kita bisa lebih kencang lagi kampanye Muamalah ke publik.

Kartu Debit aja sesuai Syariah, apalagi e-Money.

😊🙏

[07:37, 22/09/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Tentu saja, jika pake e-Money produk Bank Konven itu kemungkinannya ya cuma dalam rangka melestarikan kehidupan pesta Riba.

Ayo pake e-Money produk Bank Syariah.

[07:38, 22/09/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Saya sih lebih prefer pake e-Money punya Bank Syariah daripada TrueMoney. Karena saya nggak tahu menahu bisnisnya stakeholders TrueMoney

[07:42, 22/09/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Kalaupun DSN MUI mengeluarkan Fatwa tentang e-Money, ini bagus.

[07:42, 22/09/2017] Dr ESML: 👍👍

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here