Dibohongi Pakai Al Baqarah 275

0
973
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin, Pengasuh Pondok Pesantren Majlis Tarbiyah Nurul Huda – Indramayu

[Tulisan ini diposting pertama kali pada hari Jumat pagi, 2-12 tahun 2016. Tulisan ini tetap ada di eBook Logika Fikih Muamalah Kontemporer setebal 2.727 halaman yang tersebar luas di publik]. Berikut ini tulisan lengkapnya:

Mari sejenak kita simak Alquran Surat Al Baqarah: 275

واحل الله البيع وحرم الربا

wa ahalla Allaahu al bay’a wa harrama Allaahu ar ribaa | wa ahallallaahul bay’a waharramarribaa

dan [sungguh] Allah telah menghalalkan jual beli dan [sungguh] Allah telah mengharamkan riba

Itu baru 1 ayat saja. Tak sedikit ayat lain yang nenunjukkan keharaman alias larangan terhadap Riba. | Dan saya kali ini hanya akan menjadikan 1 ayat tersebut sebagai pokok bahasan, karena ayat tersebut sangat fenomenal, paling populer digunakan oleh mereka yang anti Riba.

Perhatikan..

Kalau ada yang bilang bahwa SURAT AL BAQARAH AYAT 275 INI/ADALAH BOHONG, maka sebagai seorang yang bersedia mengikrar rukun Iman dan rukun Islam, maka saya layak tersinggung. Itu menistakan agama saya. Itu menghina Alquran. Itu melecehkan agama saya. | Tentu saya nggak perlu demo. Lain orang lain reaksi.

Tapi kalau ada yang bilang DIBOHONGI PAKAI AL BAQARAH 275, nah saya akan cermati dulu. Saya akan cerna-cerna dulu. Saya kunyah-kunyah dulu.

Kita mulai.

Alquran Surat Al Baqarah Ayat 275 ini, ya adalah sebuah ayat. Nash. Dalil naqli. | Dan ketika sudah diterjemahkan, maka akan berubah menjadi dalil aqli. Akan ada pelibatan akal. Akan ada unsur logika. Akan ada FIKIH. Akan sangat mungkin multitafsir.

Kita buktikan..

Kita coba cocokkan Tafsir atas Al Baqarah 275 ini dalam kehidupan sehari-hari. Kita buktikan bagaimana UMAT ISLAM sendiri bersikap BERLAWANAN dalam mentafsirkannya.

Ketika ada tafsiran yang BERLAWANAN arah 180 derajat, padahal ini tentang hukum yang JUGA BERLAWANAN yakni HALAL dan HARAM, berarti ada 1 pihak umat Islam yang BENAR dan ada 1 lagi pihak umat Islam yang SALAH

Berarti ada 1 pihak umat Islam yang BENAR dan ada 1 lagi pihak umat Islam yang BOHONG.

Berarti ada 1 pihak umat Islam yang MEMULIAKAN agama Islam dan ada 1 lagi pihak umat Islam yang MENISTAKAN alias MENGHINA agama Islam.

Dan level penghinaan ini bisa tak hanya sekedar lisan. Level penghinaan alias penistaan yang dilakukan oleh Umat Islam sendiri pun levelnya AKSI NYATA, bahkan LEGAL FORMAL.

Tentu kali ini saya tidak akan menunjuk siapa pihak Umat Islam yang MEMULIAKAN Alquran dan pihak Umat Islam mana yang MENISTAKAN Alquran.

Al-haqqu min rabbika. Sebuah haqq alias kesenyataan alias kebenaran sejati, hanya dari dan mikik Tuhan-mu, Rabb-mu.

Coba cermati..

Ada Bank Syariah. Ada Bank Konvensional. Dua hal beda dan berlawanan 180 derajat.

Jika bersedia mencermati, Undang-undang-nya beda, peraturan-nya beda, instrumen-nya beda, perhitungan-nya beda, operasional-nya beda, risiko-nya beda. Ada kesamaan di hal tertentu, tapi ruh dan arahnya jelas beda. | Perbedaan signifikan inilah yang menyebabkan Bank Konvensional tidak berani tiru-tiru Bank Syariah. Tidak berani. Kecuali Bank Konvensional bersedia diberi label Syariah.

Kaitan Ayat..

Fatwa MUI tentang HARAMNYA BUNGA BANK sudah ada lebih dari 10 tahun lalu. Dan sejak tahun 2000 – 2016 saat ini, sudah ada 108 Fatwa pendukung pelarangan Bunga Bank, dalam rangka mendukung semua instrumen Bank Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah lain.

MUI adalah Ulama Dewan. Representasi Umat Islam di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun, ternyata dari 80% muslim di Indonesia, menghasilkan HANYA 5,3% pangsa pasar Bank Syariah & 94,7% nya adalah Bank Konvensional alias Bank Riba alias Bank Ribawi.

Tak sedikit Anak atau Menantu Kyai yang bekerja di Bank Riba. Banyak pesantren yang menggunakan rekening Bank Konvensional. Doktor lulusan Madinah pun bisa menggunakan rekening Bank Riba. Para pegiat Anti Riba melakukan kampanye Anti Riba namun dengan menggunakan Rekening Bank Riba. Bahkan Departemen Agama pun masih pake Bank Riba. | Apakah beliau-beliau nggak pernah baca dan nggak paham Al Baqarah 275 ?

Oke. Kita tegaskan lagi. Sudah ada Fatwa haramnya Bunga Bank + 108 Fatwa pendukung. Sudah ada sejak tahun 2000. | SOLUSI berupa Bank Syariah pun sudah ada sejak tahun 1991 lewat restu mantan Presiden Soeharto. Dan jelas didukung MUI dengan 109 Fatwa terkait.

Dari 1 ayat Alquran Surat Al Baqarah: 275, kita bisa melihat bahwa reaksi umat Islam sendiri berbeda-beda. Satu memuliakan Alquran, satu menistakan Alquran.

Itulah Tafsir

Satu ayat, dimaknai beda-beda. Bahkan perbedaannya berlawanan, yang artinya ada pihak benar, ada pihak yang bohong, ada pihak yang memuliakan, ada pihak yang menistakan.

Bersikap..

Sesama muslim saja beda sikap dalam penafsiran atas ayat. Syariatnya beda dari sisi fikih. Perbedaannya BERLAWANAN. | Apalagi antara muslim dan non muslim yang sisi syariatnya sudah beda sama sekali.

Nggak usah ribut, terus berjuang saja. | Kalau saya, saya ikutan Ulama Dewan alias MUI. Saya kampanye Ayo Ke Bank Syariah. #iLoveiB

Saya ulangi..

MUI mendukung Bank Syariah dengan 109 Fatwa terkait dan Dewan Pengawas Syariah tersebar di berbagai Lembaga Keuangan Syariah. | Namun, tak sedikit Ulama dan Ustadz yang ANTI BANK SYARIAH.

Sehingga pada case Al Baqarah 275 tersebut, pihak Umat Islam mana yang layak disebut memuliakan Alquran? | Pihak Umat Islam mana yang layak disebut NYATA-NYATA MENGHINA Alquran?

Dan itu nyata-nyata terjadi ya. Menghina dengan tindakan nyata. Tak sekedar hinaan lisan.

Akhirnya..

Kita hidup berbangsa dan bernegara. Tolok ukur hukum, akan disesuaikan. Sesama muslim pun ternyata tidak kompak merujuk pada Fatwa MUI. Ternyata.

Positivisasi..

Syukurlah bahwa Alquran Surat Al Baqarah: 275 yang menjadi ruh Fatwa Haram-nya Bunga Bank, sudah dipositivisasi di level Undang-Undang, PBI, POJK, PAPSI, PSAK dan berbagai regulasi hukum positif lainnya. Tambahan, Fatwa DSN MUI yang ada 108 tersebut sudah dipositivisasi melalui PBI No. 32/8 tahun 2008. Fatwa DSN MUI sudah bisa menjadi standing legal hukum positif dan bisa menjadi rujukan hukum positif.

Tentu saja, Al Haqqu min Rabbika. Anda boleh setuju dengan saya. Boleh tidak setuju dengan saya. Kebenaran hakiki hanya Tuhan yang tahu.

waLlaahu a’lam

Previous articleE-Money Kok Riba
Next articleHukum Kerja di BRI
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here