Jika Praktisi Gagal Paham

0
24
views

Petugas Bank Syariah Mandiri (BSM) melayani nasabah disela Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jakarta, Minggu (30/10). Gerai BSM ini khuzus dibuka pada HBKB dalam rangka mensosialisasikan 5 produk utama BSM yaitu Cicil dan Gadai Emas, Tabungan Mabrur Junior dan Tabungan BSM, Pembiayaan Griya, Pembiayaan Pensiun, dan Pembiayaan Mikro. Kegiatan ini digelar serentak di Aceh, Jambi, Jakarta Thamrin, Semarang, Malang, Balikpapan dan Ternate sekaligus menyambut Hari Sumpah Pemuda. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/30/10/2016

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin
 
[12:39, 26/11/2017] FHRSY: Bismillah
 
[12:39, 26/11/2017] FHRSY: Ustadz, mau tanya
Kemarin kebetulan saya ke salah satu bank syariah
Saya bertanya tentang KPR
Nah disana dijelaskan oleh penanggungjawab KPRnya,
 
Saya tanya mengenai mekanisme pembayaran di bank syariah.
 
Di Akad sangatlah jelas dan terperinci,
Namun ada yg bikin ragu karena penjelasan bankir tsb.
 
Dia bilang,
Bahwa bank akan membiayai kekurangan dari DP.
Saya kemudian tanya,
Lah berarti Bank menambal kekurangan DP itu berupa pinjaman atau apa? Kan gak sesuai dg akadnya. Lantas DP itu milik saya atau milik bank?
 
Jawab bankirnya : DP itu milik anda, bank menambahkan kekurangannya.
Bukannya kalau prinsip jual beli, bank tersebut membeli dahulu, kemudian kita akan membeli dari bank,
kalaupun DP itu sebagai tanda jadi, lantas kenapa DP kita dipakai oleh bank untuk membayar ke Developper?
 
Nah saya makin bingung. Mungkin disini ada pencerahan.
 
[12:47, 26/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Kasih tau aja ke praktisinya, agar bilang begini ke Anda:
 
“Pak/Bu, seharusnya, jika Bapak/Ibu ingin membeli rumah dari Bank Syariah, kasih tahu dulu Bank Syariah sebelum Bapak/Ibu mentransfer dana ke Developer.
 
Alurnya:
 
1. Bank Syariah beli rumah dari Developer dengan minta Bapak/Ibu sebagai WAKIL. Kalau Bapak Ibu mau ngasih DP beli ke saya (Bank Syariah), its ok, dana DP transfer aja ke Developer dalam posisi Bapak/Ibu sebagai WAKIL saya (Bank Syariah).
 
2. Abis itu saya jual rumah ke Bapak/Ibu dengan pembayaran angsuran.
 
3. Bapak/Ibu ngangsur.”
 
Selesei.
 
[12:50, 26/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: “Jika Bapak/Ibu TERLANJUR mentransfer DP ke developer, nggak apa-apa, niatkan sekarang, itu adalah DP Bapak/Ibu ke saya (Bank Syariah). Karena saya juga perlu ngasih DP ke Developer, ya sudah jadinya uang itu DP saya (Bank Syariah) ke Developer.”
 
[12:52, 26/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: “Tolong sampaikan juga ke temennya ya, kalau mau beli rumah dari Bank Syariah, segera kontak Bank Syariah sebelum Bapak/Ibu setor dana ke Developer, meskipun kalau statusnya itu dana keseriusan beli, ya nggak apa apa.
 
Lagian secara dokumen legal, sudah ditata bahwa ada akad wakalah dan murabahah. Clear.
 
Dalam perjanjian tertulis, yang akan dilihat dulu adalah apa yang tertulis. Bukan katanya dan katanya.”
 
[12:56, 26/11/2017] FHRSY: Baik ustadz, trims. Apa yg menandakan bahwa DP itu milik bank syariah ustadz ?
 
[12:56, 26/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Cukup dengan ucapan Anda
 
[12:57, 26/11/2017] FHRSY: Oh itu saja uda cukup ya ustadz?
 
[12:58, 26/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Anda sampaikan itu DP Anda ke Bank Syariah. Kemudian karena Bank Syariah perlu DP ke Developer, jika dana dah ditransfer ke Developer, tinggal Anda sepakati dengan Bank Syariah bahwa DP yang Anda transfer adalah DP Bank Syariah melalui Anda.
 
[12:58, 26/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Kalau mau tertulis ya silahkan. Lebih bagus. Minimal via WA aja.
 
[13:01, 26/11/2017] FHRSY: Baik trims
 
[13:08, 26/11/2017] FHRSY: Trus kmrn sempat ada diskusi sprti ini:
Apakah sebaiknya pihak bank tidak membiayai 100% terlebih dahulu kepada developer, kemudian kita bayar DP langsung ke bank syariah itu (pasti ada pembayaran minimum 20%) walaupun selang 1 detik atau disaat yg bersamaan?
 
[13:10, 26/11/2017] FHRSY: Karena ada beberapa pembiayaan kpr “syariah” yg sprti itu,
Jadi bisa lgsng cicil ke developer tsb.
Bagaimana ustad?
Mohon maaf saya bnyak bertanya hehe
 
[13:57, 26/11/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Silahkan aja pake cara itu jika mampu mengatur risiko.
 
Solusi yang ada saat ini di Bank Syariah sudah sangat bagus dan sesuai aturan legal. Tinggal kita sampaikan aja ke praktisinya jika praktisinya gagal paham.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here