Ahli Fikih Ahli Bahasa

0
36
views
AHLI FIKIH AHLI BAHASA
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin
 
Salah satu pernyataan retoris menggelitik dari sebagian pihak ketika saya membahas Fikih, kurang lebih begini, “bahasan Ekonomi kok membahas Bahasa”. Dan biasa, komen saya, “absolutely YESS, khayal jika bahasan Fikih kok tidak membedah bahasa.”
 
Kaget?
 
Ahli Fikih adalah Ahli Bahasa. Memang benar. Dan tidak akan mungkin ada Fuqaha (Ahli Fikih) yang bukan ahli bahasa. Itu syarat mutlak.
 
Fiqh bersumber dari Alquran dan Assunnah. Keduanya merupakan teks atau nash yang berbahasa. Berbahasa Arab. Tiada Alquran Hadits tanpa Bahasa. Memahaminya, menafsirkannya adalah memahami dan menafsirkan tata Bahasa nya.
 
Juga coba perhatikan salah satu syarat kompetensi seorang mujtahid atau bisa dibilang fuqaha, yakni harus paham ilmu alat. Ilmu alat yang dimaksud adalah ilmu nahwu shorof. Ilmu tata Bahasa Arab.
 
Secara logika, ini juga akan berdampak pada pemahaman terhadap bahasa apapun yang dijadikan sebagai bahasa pengantar di suatu daerah. Ketika kita hidup di Indonesia dan ingin menyampaikan konten fikih, maka mau tidak mau harus terlebih dulu memahami Bahasa Indonesia, taat Bahasa Indonesia. Itu keniscayaan. Tidak bisa tidak.
 
Mudahnya..
 
Jika Anda ingin memahami Syariat Islam, maka pahamilah Bahasa, pahamilah tata Bahasa Arab (sebagai bahasa nash) dan tata Bahasa Indonesia (sebagai bahasa pengantar komunikasi).
 
Syariat..
 
Bahasa adalah alasan adanya Syariat Islam. Jika tidak ada Bahasa, maka syariat Islam tidak bisa disampaikan dengan akurat.
 
Urgent..
 
“Jika bahasa tidak dianggap urgent, maka syariah Islam menjadi tidak penting ada.” Ifham Quotes
 
“Jika bahasa tidak dianggap urgent, maka Alquran Alhadits pun tidak penting ada.” Ifham Quotes
 
NKRI..
 
Oiya jangan lupakan urgensi bahasa (bahasa Indonesia) bagi aturan legal formal Negara Kesatuan Republik Indonesia, apalagi jika Anda melakukan perjanjian legal formal.
 
Ulil Amri adalah pihak ketiga yang harus ditaati setelah Allah dan Rasulullah. Ulil amri ada ulama dan umara. Aturan-aturan legal akan hadir dari Ulama dan Umara ini. Semua dikomunikasikan lewat bahasa.
 
Urgensi Tulisan..
 
الكتاب كالخطاب
 
Tulisan (sesuatu yang tertulis) itu ibarat titah (sabda).
 
Satu lagi, urusan bahasa ini terlalu penting untuk diperhatikan. Apalagi bahasa tertulis. Anda berargumen berbusa-busa, sang pengadil akan lebih melihat bahasa yang tertulis. Bahasa.
 
Demikian urgensi Bahasa terkait dengan urusan hidup mati kita. Jangan sepelekan urgensi Bahasa. Pahami Bahasa.
 
WaLlaahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here