Siap Mati?

0
56
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin, CEO Amana Sharia Consulting | www.AmanaSharia.com

Judul ini pernah saya urai dan sudah tayang di eBook Logika Fikih Muamalah Kontemporer setebal 2.727 halaman, edisi Maret 2015 – Juli 2017. Dari sisi lain, akan saya bahas lagi tentang kesiapan mati.

Siap mati adalah sikap mental. Siap mati adalah ideologi sikap otak. Siap mati adalah kesenyataan milestone arah jiwa.

كل نفس ذائقة الموت

“Setiap jiwa, kan jemput kematian.” Itu Kata Alquran.

Setiap jiwa kelak dibangkitkan dan akan khalada – khaalidiina fiihaa (akan ada “kekal” di jannah atau naar, selama Tuhan menginginkan jiwa itu tetap ada sampai waktu yang tak tentu sesuai kehendak-Nya).

Dunia hanyalah ladang cocok tanam buat di akhirat. Dunia hanyalah tempat Anda beraktualisasi diri. Dunia adalah tempat Anda sekarang ini berada.

Anda tipe spiritualis atau rasionalis atau fundamentalis atau modernis atau bengis atau komunis atau ekstrimis atau melankolis atau sanguinis atau apapun itu kondisi Anda saat ini, rasanya Anda akan pasti setuju bahwa siap tidak siap, mau atau tidak, maka Anda akan mati.

Satu-satunya pilihan logisnya adalah mari kita siapkan bekal kematian, dengan happy. Bekal paling baik yang harus disiapkan ya berbuat baik sebanyak-banyaknya kepada Tuhan dan manusia dan semesta. Ya, berbuat baik.

Berbuat baik kepada Allah, ya mari beribadah dengan baik. Lakukan perintah-Nya. Jauhi larangan-Nya. Niscaya engkau kan mengenali-Nya.

Berbuat baik kepada manusia, ya dengan cara menempatkan haknya sesuai yang seharusnya, bersinergi dengan sisi kewajibannya, hargai sesama, hormati sesama, perlakukan sesama dengan sebaik yang seharusnya.

Berbuat baik kepada sesama, ya perlakukan semua yang ada di sekitar kita ini selalu berada pada tempatnya. Jangan zhalim. Tebarkan kasih dan sayang kepada siapapun dan apapun.

Itu teorinya. Dan praktik merujuk pada teori. Lakukanlah.

Ketika Anda sudah punya sikap mental yang kuat untuk mempersiapkan semua hal di atas dengan happy, niscaya Anda akan produktif di manapun. Anda akan positif kapanpun. | Mari kita buktikan.

WaLlaahu a’lam

Previous articleTraining
Next articleBelajar Itu Fardhu
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here