Aksi Bela Pemerintah

0
62
views
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin, CEO Amana Sharia Consulting | www.AmanaSharia.com
 
Siapa yang harus kita taati? | Untuk mengetahui siapa dan gimana urutan pihak yang harus kita taati, perhatikan dulu Ayat Alquran berikut ini..
 
يايها الذين امنوا اطيعوا الله واطيعوا الرسول واولى الامر منكم
 
“Duhai orang-orang yang beriman, taatlah kalian semua kepada Allah, kepada Rasulullah dan kepada Ulil Amri di antara kalian.”
 
Setelah taat kepada Allah dan Rasulullah, ternyata berikutnya adalah taat kepada Ulil Amri.
 
Ulil Amri
 
Siapakah Ulil Amri? | Ulil Amri adalah (pihak) yang memiliki (kewenangan untuk) memberikan perintah. Ialah pemerintah.
 
Pemerintah
 
Siapa saja pemerintah itu? | Pertama adalah Ulama. Kedua adalah Umara.
 
Ulama
 
Siapakah Ulama yang dimaksud? | Ada dua. Pertama yakni Ulama urusan Zhahir alias urusan Fikih, ialah Fuqaha. Kedua yakni Ulama urusan Bathin alias urusan Ahwaal al Qalb alias urusan Tashowwuf, ialah Sufi.
 
Ulama Kredibel
 
Ulama mana yang kredibel? | “Ulama Dewan aja bisa salah, apalagi Ulama Dewean (sendirian), apalagi Akalnya saya dan Akalnya sampeyan.”
 
Logikanya, produk (Fatwa) Ulama Dewan itu lebih kredibel dibandingkan dengan produk yang dihasilkan oleh Ulama Dewean (sendirian).
 
Duhai Ulama yang Dewean (sendirian), silahkan jadi bagian dari Ulama Dewan, agar istinbath hukumnya lebih kredibel. Plus legitimate.
 
Ulama Dewan
 
Siapakah Ulama Dewan? | Ulama Dewan di Indonesia direpresentasikan oleh Majelis Ulama Indonesia. Walau MUI itu Ormas, ia adalah representasi dari Pemimpin tertinggi Ulama dari semua representasi Islam di Indonesia
 
Taati produk hukumnya Ulama Dewan. Ulama yang adalah para Profesor Doktor Hafizh Hafizhah, Umara dan Zu’ama. Beliau-beliau berijtima’, berkumpul, bermusyawarah dalam beristinbath hukum. Taati hasil istinbath-nya. | Apalagi Fatwa DSN MUI (Dewan Syariah Nasional MUI), malah sudah dipositivisasi alias jadi hukum positif.
 
Umara
 
Siapa Umara? | Umara adalah pemerintah legal formal, Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan segala perangkatnya.
 
Taati Pemerintah
 
Taatilah pemerintah. Taati. Taatilah Ulil Amri (minkum). Perhatikan kaidah fikih berikut ini:
 
حكم الحاكم الزام ويرفع الخلاف
 
“Aturan hukum (yang ditentukan) oleh hakim itu sifatnya mengikat dan menghilangkan khilaaf (perselisihan).”
 
Salah satu fungsi utama keberadaan Ulil Amri, baik Ulama maupun Umara adalah dalam rangka جلب المصالح (menghadirkan kemaslahatan) berupa arahan harmoni istinbath hukum, baik hukum syariah Islam maupun hukum positif NKRI.
 
Ubah Kemungkaran
 
Apakah Ulama dan Umara bisa salah? | Jelas bisa.
 
Apa yang harus kita lakukan jika Ulama atau Umara ini zhalim? | Mari kita simak uraian dari Hadits ini:
 
من راى منكم منكرا فليغيره بيده فان لم يستطع فبلسانه فان لم يستطع فبقلبه وذلك اضعف الايمان
 
Makna: sesiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran (yang beneran bener-bener kemungkaran, yang misalnya dilakukan oleh Ulil Amri), maka ubahlah dengan yad (power, kekuasaan, sistemik, positif, konstruktif, misalnya jadilah pelaku Ulil Amri, jadilah Ulama, jadilah Umara). Jika nggak mampu (mengubah pake yad), maka (ubahlah) dengan lisan (lisan, positif, konstruktif, ingatkan, nasihati dengan baik). Jika nggak mampu (mengubah dengan lisan), maka (ubahlah) dengan hati (mengingkarinya dan diamlah), dan itulah selemah-lemah iman. Masih kategori punya iman. | Kalau selain tiga cara tersebut, entahlah apa namanya.
 
Kalau Anda merasa Ulama atau Umara-nya nggak kredibel, maka gantiin, jika mampu. Kalau memang nggak mampu jadi Ulama Dewan atau Umara, maka nasihati aja beliau-beliau dengan cara yang baik, jika mampu. Jika memberi nasihat yang baik aja nggak mampu, maka diamlah.
 
WaLlaahu a’lam
Previous articleIkutan MUI Aja
Next articleLogika Ta’rif
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here