Apa Itu Fikih?

0
110
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin, DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam | www.AmanaSharia.com

Ilmu ini saya peroleh dari guru saya, guru kami, Dr. KH. Ahmad Munif Suratmaputra, MA, ketika membahas ta’rif tentang Fikih. Inilah definisi Fikih:

الفقه هو العلم بالاحكام الشرعية المكتسب من ادلتها التفصيلية

Fikih adalah ilmu tentang hukum syariah yang digali dari dalil-dalilnya secara tafshily [ayat per ayat, hadits per hadits].

Berikut ini adalah sejarah definisi fikih:

[1]

Definisi fikih pada periode awal Islam:

الفقه — دين الاسلام

Fikih adalah agama Islam. Semua ajaran agama Islam dianggap sebagai fikih.

[2]

Definisi fikih pada periode Imam Abu Hanifah:

الفقه — الاحكام الشرعية العملية سواء كانت قطعية ام ظنية

Fikih adalah hukum syariah [Islam] [dalam konteks] perbuatan [yang mengikat pada perbuatan mukallaf], baik dari sisi [hukum] yang qath’i [jelas pasti tafsirannya] atau yang zhanni [tidak jelas pasti tafsirannya].

Pada masa Imam Abu Hanifah inilah mulai dipilah bahwa fikih tidak lagi membahas tentang Aqidah dan Akhlaq.

[3]

Definisi fikih pada periode Imam Syafii [sampai saat ini]:

الفقه هو العلم بالاحكام الشرعية المكتسب من ادلتها التفصيلية

Fikih adalah ilmu tentang hukum syariah yang digali dari dalil-dalil secara tafshily [ayat per ayat, hadits per hadits].

Syariah yang dimaksud adalah:

الشرعية — العملية

Yakni Syariah yang amaliyyah.

Amaliyyah yang dimaksud adalah:

العملية – التي تتعلق بافعال المكلفين

Amaliyyah yang mengikat pada perbuatan mukallaf [orang yang sudah dewasa, aqil baligh].

Almuktasabu yang dimaksud adalah:

المكتسب من الاجتهاد

Digali dengan proses ijtihad oleh para Imam Mujtahid.

Attafshiiliyyah yang dimaksud adalah:

التفصيلية

[Penggalian] ayat demi ayat dan hadits demi hadits. | Yakni menggunakan metodologi ijtihad yang bisa dipertanggung jawabkan dalam konteks ilmu ushul fiqh.

Fikih VS Syariah

Akhirnya muncullah pemilahan dalam berhukum:

احكام منصوصة / مباشرة — شريعة — قطعي

Hukum yang bisa ditentukan langsung dari nash. Itulah Syariah. qath’i

احكام غير منصوصة / غير مباشرة — فقه — قطعي — ظني / ادراك راجح مجتهد

Hukum dari ditentukan tidak langsung dari nash. Itulah Fikih. zhanni. Berdasarkan pendapat paling rajih dari mujtahid.

Kejumudan Fikih

Berikut ini adalah penyebab kejumudan atau beku-nya fikih [yang bisa menyebabkan kemunduran Islam]:

[a] Syariah dianggap sebagai fikih. Fikih dianggap sebagai syariah. | Ini harus dicermati bahwa ranah syariah beda dengan ranah fikih. Tidak akurat jika dicampuradukkan. Tidak tepat jika fikih dianggap sebagai syariah, dan sebaliknya.

[b] Fanatik madzhab. | Ketika kita fanatik dengan satu madzhab saja dan hanya menganggap bahwa madzhab yang kita anutlak yang benar dan madzhab lain salah, itulah awal keterpurukan fikih.

[c] Semangat keilmuan di kalangan Ulama sudah pudar dan tidak mau lagi berijtihad, akhirnya melakukan taklid buta, dan menganggap bahwa tidak ada lagi yang perlu dikritisi. | Mari kita bisa kritis.Mari kita membiasakan diri kita untuk rakus ilmu.

[d] Pintu ijtihad ditutup, diplokamirkan oleh mutaakkhirin, pada pertengahan Abad ke-4 Hijriyyah. | Terutama di bidang ilmu fikih.

[e] Fikih tidak digali, dikaji dan dipelajari secara muqaran atau metode lintas madzhab. | Mari kita pahami fiqh muqaran, fiqh perbandingan madzhab, agar pemahaman kita lebih komprehensif dan tidak merasa paling benar sendiri. Ketika ada 1 saja Imam Madzhab membolehkan sesuatu, maka sudahlah tidak usah menyalahkan sesuatu itu.

WaLlaahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here