Logika Fikih Manajemen Pembiayaan

0
178
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin, DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam | www.AmanaSharia.com

Alquran bilang begini:

يايها الذين امنوا أوفوا بالعقود

Duhai (orang-orang) yang beriman, penuhilah akad-akad (itu).

Tuh Alquran merasa penting pake fiil amar. Awfuu. Ini perintah. Perintah Allah. Perintah untuk menepati (janji) atas akad. Perintah. Levelnya WAJIB.

Ayat Alquran tersebut menginspirasi Bank Syariah untuk MENJAGA agar semua pihak yang bertransaksi, bisa memenuhi akad. Menjaga, berarti sejak awal sudah mengidentifikasi Nasabah seperti apa saja yang diprediksikan akan bisa memenuhi akad.

Muncullah proses Analisis Pembiayaan, analisis Character, Capital, Capacity, Condition of Economy, Collateral, Constraints, dan hal lain sebagai identifikasi Nasabah mampu. Termasuk yang paling mudah mengidentifikasi sejak awal adalah BI Checking.

Selain itu, perhatikan ayat Alquran:

يايها الذين امنوا إذا تداينتم بدين الى أجل مسمى فاكتبوه وليكتب بينكم كاتب بالعدل

Duhai yang beriman, klo punya hutang (bermuamalah) yang ditunaikan secara tangguh (tidak tunai) dalam jangka waktu tertentu, hendaklah kalian mencatatnya. Dan penulisnya di antara kalian, jadilah penulis/pencatat yang adil nan benar.

Tak pelak, sangat penting adanya proses administrasi pembiayaan, pemberkasan, dokumen persyaratan, appraisal, dokumen SPK, pengikatan agunan seperti APHT, covering asuransi syariah dan berbagai dokumen lain sampai pada pencairan.

Dan yang paling urgent adalah dokumen AKAD. Rincilah Pasal Demi Pasal yang mengatur pelaku akad, jenis akad, objek akad, hak dan kewajiban, konsekuensi, sampai penyelesaian sengketa bahkan sampai pada korespondensi.

Sangat penting adanya dokumen-dokumen tersebut. Representasi dari faktubuuh, walyaktub baynakum kaatibun bil ‘adli.

Mari lanjut dengan Ayat Alquran

وان كان ذو عسرة فنظرة الى ميسرة وان تصدقوا خير لكم ان كنتم تعلمون

Dan tatkala (orang yang berhutang) berada dalam kondisi kesulitan, hendaklah ia diberikan tangguh sampai dalam kondisi kelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau seluruh hutangnya), itu lebih baik (lebih berharta.. khayr – harta dan kebaikan), bagi kamu, jika kamu semua mengetahui (tahu ilmunya).

Cek, tidak ada fiil amar disitu. Tidak ada kalimat perintah. Levelnya anjuran kuat.

Ayat ini menginspirasi Bank Syariah untuk JUGA membuat prosedur pemantauan pemenuhan akad, seperti Logika Kolektibilitas 1-5, yang berarti ada prosedur TANGGUH berbulan-bulan, bahkan bisa TAHUNAN (jika nasabahnya bebal) dan untuk case khusus.

Itu tangguh bagian pertama. Berapa baik hatinya itu si Bank Syariah mengakomodir anjuran Alquran: fanazhiratun ilaa maysarah.

Selanjutnya masih ada proses Rescheduling, Reconditioning, Restructuring. RRR. Betapa baik hati si Bank Syariah sudah memberi peluang perpanjangan pembayaran hutang dengan meringankan angsuran, dan juga bisa menggunakan pengubahan akad yang sesuai Syariah. Fanazhiratun ilaa maysarah.

Tangguh berikutnya?

Masih jatuh lagi setelah ada RRR, masuk lagi Kolektibilitas 2-5. Berbulan bulan lagi. Betapa baik hatinya Bank Syariah mematuhi ANJURAN fanazhiratun ilaa maysarah.

Tangguh lagi?

Jika Nasabah tak juga menjalankan kewajiban karena kondisi tertentu (apapun alasannya), ada proses nonlitigasi, misalnya penjualan agunan yang sudah diikat sejak awal dalam Akta Pengikatan Hak Tanggungan. Penjualan agunan bisa dilakukan oleh Nasabah. Silahkan nasabah cari pembeli.

Masih dikasih tangguh.

Kalau tidak solved melalui proses nonlitigasi, lanjut dengan proses litigasi. Dari gugatan, replik, duplik, saksi, dan seterusnya sampai putusan.

Lanjut lagi

Lanjut dengan proses lelang. Proses di KPKNL, proses pemberkasannya, surat peringatan pertama dan kedua, lanjut eksekusi. Betapa melelahkan.

An tashaddaquu

Bahkan ada tahapan wa an tashaddaquu khayrun lakum melalui write off baik dalam definisi hapus buku maupun hapus tagih.

Betapa baik hati

Betapa Bank Syariah sudah memfasilitasi nasabah dengan sistemik agar nasabah PATUH PERINTAH awfuu bil uquud dan Bank Syariah udah ndengerin ANJURAN Alquran dengan fanazhiratun ilaa maysarah selama berbulan bulan sampai tahunan, dan silahkan Nasabah jadi FAQIR MISKIN agar bisa termasuk golongan yang terkriteria pada ayat wa an tashaddaquu khayrun lakum di atas.

Betapa baik hatinya Bank Syariah. Padahal kalau bikin aturan TELAT SEHARI LANGSUNG LELANG AGUNAN, jelas HALAL. Take it or leave it.

Demikian

Begitulah upaya Bank Syariah mengakomodir Alquran dalam proses Pembiayaan. Yakinlah, tata kelola Perbankan Syariah sudah dicermati rinci oleh MUI melalui Fatwa-Fatwa dan semua konten regulasi turunannya.

Ayo ke Bank Syariah. #iLoveiB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here