Siapa Layak Didenda?

0
126
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin, DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam | www.AmanaSharia.com

Orang yang mampu bayar dan telat bayar, ini jelas sangat layak dikenakan denda telat bayar. Dalilnya:

يايها الذين امنوا اوفوا بالعقود

“Duhai orang-orang beriman, penuhilah akad-akad.” Al Maidah: 1.

مطل الغني ظلم

“Penunda-nundaan bayar-nya orang mampu (bayar) adalah zhalim.” Hadits.

لي الواجد يحل عرضه وعقوبته

“Penundaan bayar oleh orang yang mampu bayar, menghalalkan harga diri dan halal dikenakan sanksi (material).” Hadits.

Di Lembaga Keuangan Syariah, pengenaan denda telat bayar ini tidak masuk bab Riba, karena denda telat bayar tidak diakui sebagai pendapatan pemberi hutang atau pembiayaan. Makanya, dalam Fatwa terkait kebolehan denda telat bayar ini, DSN MUI nggak menyinggung dalil terkait Riba Nasiah.

Definisi Tidak mampu bayar (ini) pernah kami bahas di Grup ILBS. Mari kita bahas lagi kunci-nya.

Rumusnya, bisa cek dulu Agunan (jika pake Agunan). Kalau nilai Agunan masih bisa mengcover HUTANG-nya, maka berarti ia masih terkategori sebagai Nasabah yang mampu, sehingga dikategorikan mampu bayar. Dia masuk punya Agunan kok. | Jika Nasabah sudah tidak punya Agunan dan masuk kategori fakir miskin, berarti adalah nasabah tidak mampu alias DHUAFA.

Secara teknis, jual saja Agunan-nya (proses nonlitigasi atau boleh melalui proses litigasi). Sambil proses melakukan penjualan Agunan, Nasabah TETAP BOLEH dikenakan denda telat bayar. Boleh juga tidak dikenakan.

Itu jika topiknya adalah HUTANG, dari qardh maupun dari akad berbasis jual beli. | Gimana jika akadnya adalah Kongsi?

Jika akadnya adalah SYIRKAH (kongsi), tinggal cek dulu dari sisi, siapa pihak lalai? Cek saja pasal hak dan kewajiban. Pihak lalai adalah pihak yang tidak menjalankan kewajiban. Cek pasal kewajiban.

Nasabah bisa membuktikan secara TERTULIS bahwa dia tidak lalai. Jika nasabah TERBUKTI secara meyakinkan legal formal bahwa dia tidak lalai, maka ia tidak layak dikenakan denda telat bayar. Sambil proses memastikan siapa pihak yang lalai, maka Nasabah TETAP BOLEH dikenakan denda telat bayar. Boleh juga tidak dikenakan.

Demikian tentang kriteria Nasabah tidak mampu. Apa yang dilakukan Lembaga Keuangan Syariah terkait pengenaan denda telat bayar ini, biasanya sudah on the track.

WaLlaahu a’lam

Previous articleApa Itu Fikih?
Next articleCara Maksa Kemenag
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here