Cuma Beda Madzhab

0
101
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

Dialog ini bermula ketika Admin Grup ILBS memposting tulisan berjudul, “Siapa Layak Didena?” dan lanjut tulisan berjudul “Logika Fikih Denda.”

[08:19, 21/12/2017] Rosyid Azis: ‍♂

[08:29, 21/12/2017] Arie Syantoso: Ustadz Rasyid bagaimana pendapat Ustadz terkait denda?

[08:35, 21/12/2017] Annisa Ida Ariyani: Ustadz Rasyid bagaimana pendapat Ustadz terkait denda? (2)

[08:47, 21/12/2017] Rosyid Azis: Riba. Titik.

[10:00, 21/12/2017] Arie Syantoso: Solusi praktisnya bagaimana Ustadz, jika terdapat nasabah mampu menunda pembayaran hutang?

[10:24, 21/12/2017] Rosyid Azis: Kalau mau serius cari solusi pasti ketemu. Ada ribuan transaksi yg pernah saya lakukan tanpa denda (karena denda adalah riba jahiliyah). Dan lancar. NPL nyaris NOL.

[10:25, 21/12/2017] Rosyid Azis: Tapi kalau cari cari alasan pembenaran, pasti juga ketemu.

[10:28, 21/12/2017] Rosyid Azis: Wong cicilan emas yg 4 madzab telah mengharamkan saja, akhirnya bisa dibolehkan kok ‍♂

[03:58, 25/12/2017] Ahmad Ifham Sholihin: Lanjutkan aja (jika tidak mau pake denda). Bagus. Tapi tidak usah melarang hal yang tidak dilarang. Coba pahami lagi ilmu ushul fiqh paling dasar. | Bahkan, MUI menyatakan SEPAKAT [sekali lagi, SEPAKAT] diperbolehkannya denda telat bayar, asalkan dana denda tidak diakui sebagai pendapatan dan disalurkan pada pos dana sosial atau dana kebajikan.

[04:00, 25/12/2017] Ahmad Ifham Sholihin: “Imam besar dalam sejarah Islam yang terbukti menyatakan bahwa Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai terhukum HALAL ialah Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim al Jauziyah. | Tidak tahu siapa beliau?” Ifham Quotes

[04:02, 25/12/2017] Ahmad Ifham Sholihin: “Fiqh adalah pencarian pembenaran yang benar sesuai metode ushul fiqh.” Ifham Quotes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here