Rumah Yatim Pesta Riba

0
73
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

Tiap tahun ada saja pembahasan topik ini di Group ILBS Group. | Sampai kemaren malam kami melakukan perjalanan dari Indramayu ke Jakarta melalui jalur arteri (gegara menghindari macetnya tol Cikampek), banyak saya lihat Baliho Rumah Yatim yang hoby ngajak pesta Riba. Sangat jelas iklannya. Pake rekening Bank Haram.

Kenapa bisa begitu? | Kemungkinannya, ada beberapa sebab:

[1] Pihak Rumah Yatim nggak tahu kalau Bank Haram itu mengajak transaksi yang tidak masuk akal. Contoh pada produk KPR Skema Floating, jelas diatur bahwa ketika Nasabah berhutang, maka Nasabah wajib tidak tahu total nominal hutangnya. SEMUA pihak yang terlibat, tanda tangan legal formal. Ini ngajak G*la Berjamaah. Dan ini nyata.

[2] Pihak Rumah Yatim itu nggak tahu kalau Bank Haram menyebabkan rusaknya Bahasa Indonesia. Misalnya, orang jadi menyebabkan membandingkan murah mahal dengan Bank Konven, padahal pada transaksi Bank Haram tersebut tidak ada Kredit yang perjanjian legalnya adalah Jual Beli yang ada harga. Tidak ada transaksi itu. Kok bisa disebut murah atau mahal. Nah ini merusak Bahasa Indonesia standar Kamus Besar Bahasa Indonesia.

[3] Pihak Rumah Yatim tidak sempet paham bahwa Bank Haram itu merusak logika dagang. Bank Haram mengajarkan kalau ambil profit itu wajib nggak pake cara dagang. Buktinya ya di produk Dana dan Kredit yang tidak satupun profit diambil pake cara dagang. Ini jelas merusak logika dagang.

[4] Pihak Rumah Yatim nggak paham bahwa Bank Haram itu nggak berani bikin aturan legal formal larangan mensupport produksi miras, rokok, dan transaksi tidak masuk akal lainnya.

[5] Pihak Rumah Yatim nggak sempet baca Fatwa MUI No. 1 tahun 2004 yang menyatakan bahwa (transaksi simpanan dan kredit berbasis) Bunga itu haram dan MUI sudah memberikan solusinya yakni ke Lembaga Keuangan Syariah.

[6] Pihak Rumah Yatim nggak sempet paham bahwa ada minimal 109 Fatwa DSN MUI yang sudah dipositivisasi oleh PBI No. 32/10/2008. Fatwa tersebut semuanya membedah operasional transaksi berbasis syariah. Fatwa tersebut ditandatangani oleh Pemimpin Tertinggi Ulama NU dan dipanelkan bersama representasi semua pemimpin tertinggi Ulama dari ormas di Indonesia.

[7] Pihak Rumah Yatim nggak paham bahwa mereka menjadi corong kampanye pesta Riba yang dosanya bak menyetubuhi Ibu Kandung.

Solusi

a. Monggo yang punya keterkaitan langsung dan/atau bisa berkomunikasi dengan Lembaga sejenis Rumah Yatim dan/atau Lembaga Zakat yang masih pake Rekening Bank Konven, bisa menyampaikan agar lembaga tersebut tidak mau jadi corong kampanye sekaligus supporter paling utama dari pesta bak zinai ibu kandung.

b. Ajak mereka gabung ke Group ILBS Group. Ayo kampanye Bank Syariah. Ayo kampanye Lembaga Keuangan Syariah. Link (tinggal klik) untuk gabung Group ILBS Group ada di laman www.AmanaSharia.com

WaLlaahu a’lam

Previous articleCuma Beda Madzhab
Next articlee-Book
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here