Adil, Tak Kena Denda

0
121
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

[20:42, 16/01/2018] NRWH: Menurutku dzalim atau tidak dzalim jika terjadi kerugian akibat telat bayar ya harus ganti rugi sesuai dengan besarnya kerugian, tetapi jika tidak ada kerugian ya jangan.

Apakah ganti rugi sama dengan denda ?

[20:44, 16/01/2018] Annisa Ida Ariyani: Ta’widh/ganti rugi, boleh diakui sebagai pendapatan. Contohnya biaya penagihan. Biaya riil pada proses penagihan.

Ta’zir tidak boleh diakui sebagai pendapatan. Contohnya denda bagi nasabah yang mampu dan menunda pembayaran.

[20:50, 16/01/2018] NRWH: Apakah denda di lakukan karena adanya kerugian ?

[20:53, 16/01/2018] ALFJS: Denda supaya disiplin Bayar angsuran aja si

[20:56, 16/01/2018] Annisa Ida Ariyani: Denda dalam arti penalty, bukan karena kerugian, tapi karena zhalim.

[21:05, 16/01/2018] NRWH: Apakah manusia boleh menghakimi manusia lain yang dzalim ?

[21:07, 16/01/2018] NRWH: Menghakimi/mendenda

[21:15, 16/01/2018] ALFJS: Makanya nasabahnya ngomong… Yg penting Ada itikad baik hehe

[22:44, 16/01/2018] NRWH: Saya bukan nasabah telat bayar nan sedang membuat surat keterangan fakir miskin.

[05:04, 17/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Terlalu boleh

[05:17, 17/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Setuju. Klo ada itikad baik, insya Allah ada solusi terbaik.

[05:51, 17/01/2018] NRWH: Kejam yaa…?

[05:51, 17/01/2018] NRWH: Lebih kajam dari sita

[05:56, 17/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Menegakkan keadilan bisa dirasa kejam bagi yang bermental ZHALIM.

[05:57, 17/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Sita Agunan malah cuma nagih janji nasabah. Kejam? 😅😅😅

[05:58, 17/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Manusia menghakimi manusia BERDASARKAN dokumen legal SESUAI SYARIAH, jelas wajar akan dirasa kejam oleh orang orang BERWATAK dan BERMENTAL ZHALIM.

[05:59, 17/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: “Jika manajemen pembiayaan sudah sampai sita agunan, maka itu bukti valid adanya nasabah bebal level akut.” Ifham Quotes

[05:59, 17/01/2018] ARFKL: Sering masalah nya karena hutang bukan cuma 1, bisa 2 atau lebih. Contoh rumah, mobil, dsb.
Bisa jd masalahnya pemasukan terutama utk yg wiraswasta naik turun.
Pada saat kena masalah itu. Akan ada yg dikorbankan , ada angsuran yg terpaksa telat bayar

[06:00, 17/01/2018] ARFKL: Tidak ada niat untuk zhalim

[06:00, 17/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Ini logika logis. Meski, ya tetap agar nasabah jangan zhalim

[06:01, 17/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Tidak ada niat untuk zhalim tapi TERFAKTA zhalim. Dari sisi syariat Islam bidang Muamalah, maka itu terkriteria VALID sebagai Nasabah ZHALIM.

[06:02, 17/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Bahkan, dalam transaksi Muamalah memang diatur oleh para Imam Mujtahid untuk TIDAK membedah niat seseorang.

[06:05, 17/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Janji bayar tapi tidak bayar, dalam Syariat Islam bab Muamalah, ini terlalu valid disebut ZHALIM. Valid zhalim.

Agar valid legal formal layak disebut dhuafa (nasabah tidak mampu) agar tidak dikenakan denda, MAKA jual aja agunan dan bikin surat keterangan fakir miskin. Meski, jual agunan yang di-HT-kan nanti mekanismenya nggak sederhana.

Poin saya, ikhlaslah jika Zhalim disebut Zhalim dan dikenakan denda. Ikhlas aja kenapa sih?

Lebih baik, bikin aja surat penghapusan denda. Ngomong baik-baik. Itu lebih tepat. Jangan ngeributin denda itu boleh atau tidak. Fatwa Ulama Dewan jelas bilang BOLEH, karena memang itu bukan bab Riba.

[06:15, 17/01/2018] ‪+62 811: Penerapan konsep syariah di negara yang terbiasa dengan sistem kapitalis dan liberal akan sedikit menjadi sebuah perdebatan diberbagai sisi masyarakat. Namun harus dimulai. Konsep perbankan syariah yang ada sekarang kan sudah disusun oleh para ulama yang juga memiliki keilmuan.

Sama hal nya ketika hukum qishas berlaku, sebagian masyarakat akan memandang kejam dan sadis dan tidak berperikemanusiaan, namun sebagai muslim kita harus menyakini bahwa qishas itu tentu membawa kebaikan buat semua

[06:40, 17/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: يايها الذين امنوا اطيعوا الله واطيعوا الرسول واولى الامر منكم

[19:57, 17/01/2018] NRWH: Ya langsung ke sita saja pak, jangan lewat denda, kasihan orang dzhalimnya, di peringatkan saja barang kali nanti dia dapat hidayah dan bertaubat, sehingga dia tidak sampai kena sita.

[21:27, 17/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Telat bayar sehari langsung sita? Bagus juga idenya.

[21:29, 17/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Klo disurvey nih, nasabah maunya:

1. sita agunan setelah melalui proses kolektibilitas 9 bulan plus RRR plus kolektibilitas 9 bulan plus Nonlitigasi lanjut litigasi berbulan-bulan, dan ada denda?

Atau

2. Telat sehari langsung sita?

[06:01, 18/01/2018] NRWH: Ya telat 1 hari setelah 6 kali di peringatkan masih telat bayar, tandanya nasabah ndablek dan berarti sudah siap2 untuk di sita.

Jika di peringatkan 6 kali tapi mau melunasi tunggakan ya jangan di sita dulu.

[06:08, 18/01/2018] NRWH: Setuju

[06:36, 18/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Yang saat ini terjadi kan sudah diperingatkan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun masih ndablek juga, BARU Sita Agunan. Bank Syariahnya terlalu baik hati.

[06:42, 18/01/2018] NRWH: Iya doong…di peringatkan saja jangan di denda, langsung sita saja…

[06:50, 18/01/2018] ARFKL: Setahu ku kalau di BTN menunggak, 2x peringatan, 3x warning , 4x baru penempelan dalam pengawasan bank. Lebih dr itu penyitaan.

[06:51, 18/01/2018] ARFKL: Gak sampai bertahun tahun terus gak diapa apa in 😁

[06:53, 18/01/2018] Arif Kelana: Mungkin bapak Nur orang berkecukupan dan belum mengalami susahnya cari rejeki kalau lagi bangkrut atau bagaimana.
Misal KPR sudah 7 tahun kurang 3 tahun…karena masalah sedikit langsung disita

[06:57, 18/01/2018] NRWH: Berkecukupan atau tidak kalau terbukti ndableg ya harus di tindak tegaslah…

[07:00, 18/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Case permakluman berbulan-bulan dan bertahun-tahun ini terjadi di berbagai Bank Syariah sejak pertama kali nasabah nunggak.

[07:00, 18/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Ndableg adalah jatuh tempo tidak bayar.

[07:02, 18/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Dan mau didenda atau tidak itu memang suka-suka Bank Syariahnya. Jika perjanjian sudah mengatur didenda, maka DENDA WAJIB DIBERLAKUKAN. Dan ini jelas HALAL yang jadi WAJIB.

Pemberlakuan denda ini urusan selera. Bukan lagi bab halal haram lagi karena JELAS HALAL. Jadi, atur aja. Suka-suka.

[07:12, 18/01/2018] SPNS: Kalau Denda itu urusan selera bedanya dengan bank konvensional yang netapkan bunga sekian persen dan nilainya jelas apa Pak @Ahmad Ifham Sholihin ??

[07:33, 18/01/2018] GSST: Sebetulnya yg penting ada niat baik nasabah & komunikasikan ke bank. Saya contohnya, harusnya jatuh tenpo bayar tiap tanggal 11, kalo tanggal tersebut blm setor biasanya tgl 12-13nya direminder.

Biasanya rutin setiap tanggal 11 bahkan sebelumnya sudah diupayakan cukup saldonya, tapi belakangan ga bisa bayar tgl tersebut.

Saat di tlp saya bilang untuk saat ini & bulan bulan selanjutnya saya belum bisa bayar setiap tgl tersebut, insyaAllah saya akan setor setiap akhir bulan.

Alhamdulillah udah ga di reminder lagi, paling di akhir bulan kalo saya blm setor.

Di kartu piutang / di buku tabungan tdk ada denda.

Wallahu’alam kalau di akumulasi dendanya

[17:36, 18/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Ini contoh Nasabah tidak zhalim.

[17:36, 18/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Ayo ke Bank Syariah. #iLoveiB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here