Fitnah Sang Kyai

0
146
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

[08:24, 14/01/2018] ‪+62 816‬: Saya kira memang yg penting niatnya, semangatnya, syiarnya, tujuannya utk membangun sistem & ekonomi Syariah di NKRI, syukur bisa mempersatukan& membangun sistem Syariah di dunia, aamiin.

[08:33, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Kalau menyatakan riba atas hal yang bukan riba, ini terlalu bahaya karena sama dengan perang melawan Alquran dan Hadits.

[08:34, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Mewajibkan hal yang tidak perlu diwajibkan juga sama saja perang melawan Alquran dan Hadits.

[08:37, 14/01/2018] AKML: Itu masalah ikhtilaf dalam fiqh, karena ulama international banyak yg masih memgktegorikan itu sebagian riba, ulama di tingkat nasional juga masih ada yg memasukkan sbg RBA.

[08:38, 14/01/2018] AKML: Sama spt para Kiyai NU masih banyak yg berpendapat bahwa bunga bank bukan riba, termasuk almarhum Mbah Sahal.

[08:40, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Ulama Dewan khas Nusantara di Indonesia ini sudah sepakat. Ada 116 Fatwa DSN MUI yang mengaturnya, 78 Fatwa ditandatangani oleh KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfuzh. Dulu, banyak Kyai NU menghalalkan bunga Bank. Sekarang, tinggal “dijewerin” aja Kyai-nya.

[08:41, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Ulama Indonesia jelas TIDAK WAJIB merujuk Ulama Internasional karena urusan konten dan konteks sudah berbeda.

[08:41, 14/01/2018] AKML: Mbah Sahal blm masih spt pendapatnya secara pribadi.

[08:42, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Ada dokumen tertulisnya?

[08:42, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Kalau ada, saya akan “JEWER” beliau. Tapi beliau sudah almarhum.

[08:42, 14/01/2018] AKML: Bisa di tanya alumni pondok beliau spt Yai Aiyub yg d LPOM dan DSN.

[08:43, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Kalau tidak ada dokumen tertulisnya, diamlah.

[08:43, 14/01/2018] AKML: Saya juga pernah tanya Yai Ma’ruf, itu pendapat pribadi beliau.

[08:43, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Kalau ada dokumen tertulisnya, pasti saya “jewer”.

[08:44, 14/01/2018] AKML: Masih banyak para Kyai NU yg berpendapat bunga bank bukan riba.

[08:44, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Sebutin dokumen tertulisnya, saya pasti jewer lewat tulisan.

[08:44, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Bisa dishare di grup ini.

[08:45, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Kyai Ma’ruf Amin aja pernah saya “jewer” lewat tulisan saya. Kalau nggak salah judulnya “PBNU Syariahkan Bank Mandiri”. Mungkin ada di Google. Kayaknya ada di eBook saya.

[08:45, 14/01/2018] AKML: Secara dokumen tak ada, hanya pernah disampaikan Yai Ma’ruf saat kami berbincang disela sela rapat DPS.

[08:46, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Jangan pake argumen qiila wa qiila. Ayo Pak. Share tulisan atau dokumennya. Jika tidak ada dokumen tertulisnya, diamlah.

[08:46, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Agar tidak jadi FITNAH.

[08:46, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Fitnah itu asyaddu min al qatl. Fitnah itu akbaru min al qatl. Kata Alquran.

[08:46, 14/01/2018] AKML: Kalo ini saya sdh tanya ke Kyai Ma’ruf, itu yg main Kyai Said tanpa spengatahuan Kyai Ma’ruf.

[08:47, 14/01/2018] AKML: Tdk qila wa qool tapi langsung ngobrol dg Kyai Ma’ruf.

[08:47, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Jangan pake argumen qiila wa qiila. Ada rekamannya atau videonya? Ayo Pak. Share tulisan atau dokumennya. Jika tidak ada dokumen tertulisnya, diamlah.

Agar tidak jadi FITNAH.

Fitnah itu asyaddu min al qatl. Fitnah itu akbaru min al qatl. Kata Alquran.

[08:47, 14/01/2018] AKML: Saya minimal sekali sebulan rapat dg Kyai Ma’ruf.

[08:47, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Jangan pake argumen qiila wa qiila. Ayo Pak. Share tulisan atau dokumennya. Jika tidak ada dokumen tertulisnya, diamlah.

Agar tidak jadi FITNAH.

Fitnah itu asyaddu min al qatl. Fitnah itu akbaru min al qatl. Kata Alquran.

[08:47, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Grup ini tertulis.

[08:49, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Dan ini case menyebut nama tertentu. Kalau nggak dokumen, boleh video.

[08:50, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Kyai Ma’ruf Amin aja pernah saya “jewer” lewat tulisan saya. Kalau nggak salah judulnya “PBNU Syariahkan Bank Mandiri”. Mungkin ada di Google. Kayaknya ada di eBook saya.

Tulisan saya tersebut muncul karena Kyai Ma’ruf jadi model iklan KARTANU. Valid Pak. Ada bukti-nya.

[08:50, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Termasuk disitu ada Kyai Said.

[08:51, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Keduanya saya sebut disitu.

[08:52, 14/01/2018] AKML: http://www.nu.or.id/…/bunga-bank-konvensional-menurut-hukum…

Musyawirin NU blm final memandang bunga bank.

[08:58, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Itu tahun 2006.

Jika ada dokumen terkini dan berupa keputusan resmi, lebih primer.

[08:59, 14/01/2018] TNO: Kalau hanya perkataan mana ada tertulisnya. Fatalnya, perkataannya kan “bisa jadi” dipercaya beberapa orang.
Kalau kita ngotot cari dokumen tertulis? Apa power kita untuk menguatkan orang2 yang percaya lewat kuping?

[08:59, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Atau adakah data setelah tahun 2006 itu.

[09:01, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Tahun 2013 saya diundang GP Anshor jadi Narasumber Workshop Penyusunan Modul Keuangan Syariah untuk Pesantren. Di depan Kyai2 muda NU.

Bisa jadi di internal NU beda pendapat. Rais Aam-nya sejak tahun 2000 resmi menandatangani Fatwa LKS sampai saat ini ada 116 Fatwa.

Kita ajarkan aja ke orang2 agar tidak hoby fitnah. Jangan mau disetir logika liar bermodal katanya dan katanya.

[09:04, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Dan yakinlah jadi orang kuat. Tidak bermental lemah.

[09:05, 14/01/2018] TNO: Betul pak ifham. Harusnya begitu.
Tapi untuk mendakwahkan kepada masyarakat gimana?
Okelah temen2 sudah berdakwah kemana2, tapi masyarakat luas ini masih banyak yang belum tahu, bahayanya lagi kalangan ustad pun masih berkomentar salah tentang bank syariah. Kita perlu cara yang lebih efektif untuk lebih luas memasyarakatkan bank syariah.

[09:06, 14/01/2018] TNO: Ya pak ifham, katakanlah kepada khalayak ramai yang hanya percaya lewat apa yg mereka dengar.

[09:11, 14/01/2018] AKML: Justru pertanyaan saya sebaliknya Pak Ifham, apakah ada dokumen resmi PBNU yg menyatakan bunga bank termasuk riba.

[09:15, 14/01/2018] AKML: Kalo Pak Ifham bisa menghadirkan dokumen resmi bahsul Masail ttg haramnya bunga bank saya acungi 👍🏿

[09:22, 14/01/2018] DHNI: 👍

[09:23, 14/01/2018] TNO: Betul pak AKML, kalau kita terus menuntut dokumen rasanya lingkup pikiran kita terlalu sempit.
Toh nyatanya masyarakat lebih senang dengar ceramah dibanding baca dalil/fatwa.
Harusnya kita sudah tahu tentang beginian, toh teman2 disini sudah banyak melakukan penelitian. Tinggal kita melangkah lebih maju saja agar pikiran masyarakat bisa diluruskan kembali.

[09:25, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Saya dari tadi tidak menyatakan NU menghalalkan bunga bank atau mengharamkan bunga bank atau bilang bahwa bunga bank bukan riba atau termasuk riba. Yang menyatakan itulah ya justru layak harus menghadirkan dokumennya.

Pahami Fikih Muamalah, jika tidak melarang, maka otomatis terjudge MEMBOLEHKAN.

[09:26, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: Kepada khalayak ramai yang tipe asal percaya atas apa yang dia dengar, saya akan bilang bahwa jangan hoby fitnah.

[09:28, 14/01/2018] TNO: Silakan pak.
Kalau kita berdakwah dengan emosi, akan sulit diterima masyarakat.
Rasulullah berdakwah dengan lembut.

[09:29, 14/01/2018] TNO: *dengan cara yg baik2 atw ma’ruf.

[09:34, 14/01/2018] AKML: Betul, saya Pak Ifham sering persekusi lawan diskusi yg berbeda pendapat.

[09:34, 14/01/2018] AKML: Saya melihat pak Ifham.

[09:35, 14/01/2018] AKML: Kenyataan di masyarakat toh kita saksikan sendiri.

[09:35, 14/01/2018] AKML: Dilingkungan NU pun masih ikhtilaf dlm menetapkan hukum bunga bank.

[09:40, 14/01/2018] DHNI: Tujuan berdiskusi itu bukan untuk mencari pendapat siapa yg benar dan yg salah.

Tentu isi dalam kepala kita juga pasti beda2. Oleh karenanya, jgn terlalu memaksakan pendapat kita yg paling benar.

Ide atau masukan dr org lain, selama tujuannya sama2 ingin BS lebih dipercaya masyarakat, why not…??

Jgn malah mencari celahnya sj dan merasa apa yg dikatakannya itulah yg paling benar, bahkan smp berani mau “menjewer” para kyai yg berseberangan dgn pendapatnya

“Berbeda itu rahmat”

Lanjutkan diskusinya dengan santun…👍👍👍

[09:43, 14/01/2018] AKML: Nah terkadang saya melihat bahasa beliau kurang wise.

[09:46, 14/01/2018] AKML: Dalam tradisi NU bahasa MENJEWER KYAI itu QOLIL ADAB.

[09:48, 14/01/2018] DHNI: Semoga ke depannya bisa diperhalus bahasanya.

Sy yakin tujuan beliau bagus.

[09:52, 14/01/2018] AKML: 👍 agree

[10:16, 14/01/2018] Ahmad Ifham Sholihin: 👍👍👍👍👍

Terima kasih masukan terkait bahasa. Mungkin saya akan pake bahasa menegur keras. Kyai kok bikin pernyataan berbeda atas hal yang sama persis. Kecuali ada case khusus. Ikhtilaf pada diri sendiri untuk hal yang sama persis konten dan kondisinya, itu bukan ikhtilaf yang wajar, tapi mencla mencle. Saya tegur keras jika begitu. Tentu JIKA PERNYATAAN ITU ADA BUKTI. Bukan hanya katanya dan katanya.

Dari tadi kan adanya masih FITNAH terhadap Sang Kyai. Dari sisi dokumen legal, beliaulah penandatangan 78 Fatwa DSN MUI tentang Keuangan Syariah plus 1 Fatwa haramnya bunga bank. Ini kok difitnah menghalalkan bunga.

Catat, ada kaidah الكتاب كاخطاب bahwa tulisan ibarat titah. Jika ada dokumen tertulis, itulah yang dijadikan rujukan statement. Catat, kekuatan hukum tertulis itu lebih kuat. Ada bukti valid. Bukan katanya dan katanya.

Akhirnya, jangan hoby tebar fitnah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here