Urusan Denda, Jangan Liar

0
101
views

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

Member Grup Facebook Membongkar Rahasia Bank Syariah:

“Saya cenderung untuk tidak ada denda. Bank harus menertibkan nasabah nasabah yang sering terlambat dengan mengaktifkan karyawannya supaya nasabah yang suka terlambat tidak menjadi terlambat agar tidak terkena denda. Bank syariah harusnya bisa meminimalisasi agar nasabah tiak terkena denda dan tidak membiarkan supaya terkena denda.”

Ahmad Ifham Sholihin:

“Yang ini HALAL juga :) | Masing-masing punya argumen. Yang mau pake denda atau yang nggak mau pake denda, argumen-argumennya tepat kecuali jika urusan halal haram, keduanya JELAS HALAL. Bagus juga karyawan bisa memastikan Nasabah tidak telat. Bagus.”

Member Grup Facebook Membongkar Rahasia Bank Syariah:

“Selama ini bank syariah tidak mengingatkan nasabahnya kapan jatuh tempo angsuran. dan tolong klarifikasi orang terlambat membayar dan mana yang layak untuk denda dan mana yang tidak perlu denda.

Ada karyawan terlambat masuk yang satu karena niat dan satunya karena ada masalah dengan ban nya bocor, apakah di dua kasus akan menerima hukuman yang sama ???”

Ahmad Ifham Sholihin:

“Orang yang terlambat bayar angsuran itu PASTI [sekali lagi PASTI] sangat layak OTOMATIS disebut nasabah zhalim, karena ia sudah TERBUKTI [sekali lagi TERBUKTI] disetujui pembiayaannya. Artinya ia adalah orang MAMPU. | Kecuali sebelum telat bayar, ia berhasil membuktikan bahwa ia TIDAK LAGI PUNYA AGUNAN dan punya bukti SURAT KETERANGAN FAKIR MISKIN. Atau 1 HARI telat bayar, LANGSUNG kasih aja dokumen itu. BUKTIKAN Nasabah tidak punya lagi ASET [Agunan] dan BUKTIKAN Nasabah FAKIR MISKIN. Kok saya TERALU YAKIN bahwa Hari pertama telat sudah bisa membuktikan hal itu maka TIDAK DIKENAKAN DENDA.

Jual Aset yang diagunkan pun ada mekanismenya. Jadi, cobalah lakukan kewajiban secara legal. Kalau jadi Fakir Miskin, buktikan saja secara legal.

Celakanya, biasanya Nasabah TIDAK MAU membuktikan bahwa ia SECARA LEGAL terbukti NASABAH FAKIR MISKIN yang agunan pun tidak punya, namun TELAT BAYAR, tapi NGGAK MAU DIBILANG ZHALIM. Ini ironi.

Dan dari sisi KESETARAAN para pihak dalam berakad, Bank Syariah jelas TIDAK WAJIB [sekali lagi TIDAK WAJIB] untuk MENGINGATKAN kapan JATUH TEMPO bayar angsuran. Nasabah bisa MINTA TOLONG keluarganya untuk mengingatkan.

Ayo, Nasabah jangan seenaknya sendiri terhadap KEWAJIBAN.

Agar argumen Anda tidak asal ceblung, mudah saja. Cek aja pasal kewajiban dalam perjanjian. LAKUKAN itu. Nggak perlu LEBAY bikin usulan Bank Syariah harus begini begitu, padahal TIDAK ADA dalam pasal kewajiban.

Mari berpikirnya LEGAL FORMAL merujuk pada perjanjian tertulis. Agar tidak liar.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here