Serah Terima Belum Sah?

Serah Terima Belum Sah?

Kritikan:

“Bank Syariah itu belum melakukan serah terima secara sah, tapi sudah dianggap milik dan dijual kembali.”

Jawaban:

Kritikan ini sering muncul dialamatkan kepada produk Bank Syariah berbasis Jual Beli Tegaskan Untung atau Murabahah, baik untuk KPR Syariah, Murabahah Barang Modal Kerja maupun Murabahah Konsumtif lainnya.

  • Qabdh adalah penguasaan aset oleh pembeli yang menyebabkan ia berhak untuk melakukan tindakan hukum [termasuk tasharruf, seperti menjualnya kembali] terhadap aset tersebut, menerima manfaat, atau menanggung risikonya. | Definisi qabdh ini saya kutip dari tulisan Dr. Nazih Hammad dalam bukunya, Qadhaya Fiqhiyyah Mu’ashirah fi al Mal wa al Iqtishod terbitan tahun 2000.
  • Nazih Hammad juga mendefinisikan, Qabdh Haqiqi adalah penguasaan aset oleh pembeli atas fisik aset yang dibelinya. Sementara Qabdh Hukmi adalah penguasaan aset oleh pembeli secara dokumen kepemilikan aset yang dibelinya, baik dalam bentuk catatan elektronik maupun non-elektronik.

====================================================

Yang disoroti di sini adalah di sisi qabdh [serah terima].

Ada qabdh hukmi dan qabdh haqiqi. Dua-duanya sah. Bahkan Qabdh yang sudah jadi urf, juga sah.

———————————————————————————

Perhatikan..

Secara dokumen, alurnya sangat jelas bahwa sudah terjadi jual beli secara sah antara Bank Syariah dengan supplier, dibuktikan dengan dokumen wakalah ke Nasabah. | Jadi secara hukmi, sudah memenuhi kaidah qabdh.

Sampai di sini logika fikihnya selesai.

————————————————————————————-

Dr. Nazih Hammad di bagian akhir buku beliau yaini Qadhaya Fiqhiyyah Mu’ashiroh fi al Mal wa al Iqtishod Bab Qabdh, beliau menjelaskan bahwa representasi Qabdh bisa dibenarkan jika urf membenarkan.

  • Misalnya, jual beli di swalayan, minimarket atau supermarket, tidak ada lafazh qabdh jual belinya, tapi sah karena qabdh haqiqi terpenuhi dan secara hukmi ada bukti struk pembelian.
  • Makan di warteg, tidak ada lafazh qabdh jual belinya, tapi sah karena qabdh haqiqi-nya, makanan terbukti bisa dimakan sesuai yang dipesan.
  • Begitu juga dengan qabdh pada KPR Syariah danatau produk berbasis murabahah yang lain, sudah memenuhi qabdh baik dari sisi hukmi maupun haqiqi maupun urf.

Simpulan:

Serah terima barang dari Developer atau Supplier atau Dealer ke Bank Syariah, sudah sah, memenuhi kriteria qabdh yang sah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *