Syariah dan Konven Sama Saja?

Syariah dan Konven Sama Saja

Kritikan:

“Bank Syariah dan Bank Konven, sama saja. Cuma beda istilah.”

Jawaban:

Dalam Bahasa Arab, nama atau ISTILAH atau label atau embel-embel atau cover disebut dengan asmaa`. Ia juga adalah Lafazh. | Coba perhatikan logika-logika di bawah ini dengan baik-baik. Silahkan cermati, mari objektif, legakan hati untuk ikhlas.

  • Kalau nama saya Ahmad Ifham Sholihin diganti dengan Ahmad Syaithon ar Rajim, pasti saya nggak mau. Itu menghina saya. Kalau nama Ahmad Ifham Sholihin diganti dengan Ahmad Dajjal Laknatullah Alayh, pasti saya nggak mau. Itu menghina saya. | Padahal cuma beda istilah saja.

==================================================

“Anda mau nama Anda diganti Dajjal? Pasti nggak mau. Padahal cuma beda istilah saja.” Ifham Quotes

==================================================

  • Saya menikah, dikasih Buku Zina, bukan Buku Nikah, pasti saya nggak mau. | Padahal cuma beda istilah saja.
  • Buat mbak-mbak, mau nggak nanti wali nikahnya bilang, “Saya zinakan anak saya …”? Pasti Anda nggak mau dibegitukan. Maunya dibilang, “Saya nikahkan anak saya …” | Padahal cuma beda istilah saja.
  • Jual Beli dan Riba, istilahnya sudah beda. Coba kalau Anda dagang, silahkan jangan sekali-kali sebut istilah jual beli, ganti aja sebutannya pake istilah Riba. Misalnya pada saat Anda ke pasar beli sayur, bilang aja, “Bu, Saya mau Riba sayurnya dong.” Atau ganti iklan Anda yang sebelumnya berbunyi “Jual Peralatan Bayi” menjadi “Riba Peralatan Bayi”. Mau? | Padahal cuma beda istilah saja.
  • Coba saja istilah di operasional dan bisnis yang dijalankan Bank Konven itu diganti persis seperti istilah dagang yang dipake Bank Syariah, maka Bank Konven tersebut HARUS BERANI membuat janji secara LEGAL FORMAL untuk siap berdagang, harus siap untuk TIDAK membiayai bisnis pesta MIRAS, pesta bisnis BABI, pesta bisnis DARAH, pesta bisnis ZINA, pesta RIBA, pesta bisnis RIBA serta pesta bisnis HARAM BERANI? | Padahal cuma beda istilah saja.
  • Perjanjian legalnya jelas jauh beda. Coba tanya ke notaris atau coba cek sendiri. Berbahasa INDONESIA Perhatikan, jika perjanjian legalnya sama, bilanglah sama. Jika perjanjian legalnya beda, bilanglah beda. Perjanjian legal berkonsekuensi HUKUM. Risikonya sesuai kata-kata yang tercantum. Bank Konven pasti juga nggak mau ganti ISTILAH HUKUM yang dipakai dalam perjanjian legalnya. Nggak siap dengan konsekuensinya. | Padahal cuma beda istilah saja.
  • KPR Bunga Fluktuatif, perjanjian legalnya mengatur secara legal agar Nasabah WAJIB TIDAK TAHU total hutangnya, karena tidak akan dicantumkan dalam perjanjian legal. Perjanjian legal, risiko legal. Hutang tapi wajib nggak tahu jumlah hutangnya berapa. Bank tanda tangan, Notaris tanda tangan, Nasabah tanda tangan. Sehat? | Padahal cuma beda istilah saja.
Nasabah hutang, tapi Nasabah WAJIB TIDAK TAHU jumlah hutangnya berapa. Ini hanya terjadi di Bank Konvensional. | Dan itu terjadi gara-gara istilah. Cuma istilah.” Ifham Quotes

 

  • Allah berfirman, “wa’allama Aadama al asmaa`a kullahaa …” yang menegaskan bahwa Allah telah mengajarkan Nabi Adam as berupa nama-nama, istilah-istilah, dalam rangka Khalifah di Bumi. | Syarat mutlak jadi khalifah ya tahu istilah.
  • Anda mau makan baca bismillah, “dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. | Lagi-lagi tentang betapa pentingnya nama atau istilah.
  • Allah punya 99 nama yang baik. Asmaul Husna | Nama. Istilah. Betapa istimewanya nama. Betapa sangat spesialnya istilah.
  • Jika nama atau istilah atau label itu nggak penting, maka profesi Lawyer atau Notaris menjadi sangat tidak penting ada. | Lha istilah dianggep nggak penting.
  • Jika nama atau istilah atau label itu nggak penting, maka fakultas hukum atau fakultas syariah menjadi sangat tidak penting ada. | Lha istilah dianggep nggak penting.

Perhatikan.. Coba untuk tidak menyepelekan istilah.. Istilah itu penting. Substansi juga jelas penting. Semua penting. Apalagi dalam Legal Formal Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI].

  • Nah, setelah Anda yakin betapa urgen dan pentingnya ISTILAH, nama, label, cover, embel-embel, maka rasanya Anda akan siap untuk meyakini bahwa Bank Syariah dan Bank Konven memang dua hal yang berbeda. Secara legal formal juga sangat berbeda. | Kita bedah lagi perbedaan-perbedaannya di buku ini.Imam Syafii menghukumi transaksi dari lafazh dan alur, bukan berdasarkan maksud dan makna. Lafazh, kata-kata, ucapan, yang pasti ya itu istilah. | Apa Imam Syafii itu nggak ngerti fikih muamalah?
  • Anda sholat itu bacaannya ya begitu. Yang Anda baca itu semuanya adalah istilah-istilah dan susunan dari istilah-istilah. | Masih menyepelekan istilah?
  • Jika nama atau istilah atau label itu nggak penting, dianggap sama saja, maka istilah-istilah dalam Alquran menjadi nggak penting ada? Begitu? Lha kan Alquran itu isinya istilah-istilah. | Perhatikan, dalam Alquran itu beda panjang pendek aja maknanya bisa berlawanan arah, apalagi beda kata dalam Alquran. Fatal.
  • Coba cermati, jika Bank Syariah dianggap sama saja dengan Bank Konven, kenapa sampai muncul secara khusus, UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah? Jika dianggep sama saja, ngapain NKRI perlu repot-repot bikin Undang-undang secara khusus. | Orang legal, harusnya harus paham logika ini

Kalau mereka masih ngeyel nganggep Bank Syariah sama saja dengan Bank Konven? | Bilang saja ke dia, “Yasudah, Ayo Ke Bank Syariah! katanya sama saja.”

  • Kata Alquran, logika orang yang menyamakan Jual Beli dan Riba adalah kerasukan setan lantaran gila. Contoh konkret: Orang berhutang tapi wajib tidak tahu total hutangnya berapa. Skema ini hanya terjadi di Bank Konvensional. | Ini gila. Akurat banget Alquran itu.
  • Orang berhutang tapi wajib tidak tahu total hutangnya berapa. Nasabah tanda tangan, Pincabnya tanda tangan, Notaris tanda tangan. | Ini gila berjamaah. Skema ini hanya terjadi di Bank Konvensional. Transaksi ini tak mungkin ditemui di Bank Syariah.

Simpulan:

Bank Syariah sudah [ditata] sesuai Syariah, jelas BEDA dengan Bank Konvensional. Istilah beda, makna beda, alur skema beda, hukum beda. Jangan disamakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *