Semoga Diberi Hidayah

Semoga Diberi Hidayah

SEMOGA DIBERI HIDAYAH

Tak jarang diskusi di social media atau diskusi langsung, melibatkan jargon “semoga Engkau mendapat hidayah”. Biasanya jargon ini muncul ketika argumen sudah habis.

Jargon ini sepertinya serasa biasa saja, namun menjadi luar biasa karena ternyata Allah justru memaksa manusia beriman level apapun untuk mendoakan diri sendiri agar dirinya sendiri memperoleh hidayah, bukan malah sibuk mendoakan orang lain dapet hidayah.

Allah mewajibkan setiap muslim untuk menjalankan sholat lima waktu atau 17 rekaat dalam sehari. Di dalam setiap rekaat ada Surat al Fatihah yang harus dibaca. Di Surat al Fatihah itulah Allah memaksa kita mendoakan diri sendiri agar diri sendiri ini dapet hidayah. Tepatnya pada ayat ke 6.

اهدنا الصراط المستقيم

Berilah kami hidayah ke jalan yang lurus.

Tafsirannya adalah, Ooh Allah, mohon anugerahi kami ilham, berilah kami hidayah, berilah kami taufiq, karuniakanlah kami petunjuk ke jalan yang lurus, jalan Islam, jalan kitabullah, jalan yang tidak menyimpang.

Perhatikan bahwa ayat tersebut menyuratkan dialog antara muslim mukmin dengan Allah, orang yang berdoa minta diberi hidayah adalah orang kesatu, yakni Aku dan/atau Kami, bukan kita, bukan pula orang kedua, bukan kamu, bukan Anda, bukan pula mereka.

Mari kita tiru Syariat Islam dalam bacaan sholat. Mari lebih fokus mendoakan diri sendiri dapet hidayah. Cegah bibir ini dari mendoakan orang lain dapet hidayah.

Ulama kaliber apapun, apakah itu Habib, apakah itu Kyai Haji, apakah itu Ustadz, apakah itu Dr-Lc-MA, dipaksa Allah untuk mendoakan diri sendiri agar diri sendiri dapet Hidayah.

WaLlaahu a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *