Bank Syariah Tidak Ada yang Syar’i?

Bank Syariah Tidak Ada yang Syar’i?

Bank Syariah Tidak Ada yang Syar’i?

Kritikan, “Tidak ada Bank Syariah di Indonesia ini yang benar-benar dan sungguh-sungguh Syar’i.”

===========================================================

  • Siapa yang layak menentukan Syar’i atau tidak Syar’inya suatu transaksi? | Ya jelas Allah.
  • Siapa wakil Allah di muka bumi ini dalam menentukan Syar’i atau tidak Syar’inya suatu persoalan dalam hidup keseharian? | Ialah Ulil Amri. Itu kata Alquran ya. Urutan yang ditaati [menurut Alquran] itu kan Allah, Rasulullah, dan Ulil Amri.
  • Siapakah yang layak menafsirkan dalil Nash Alquran dan Hadits? | Lha tadi itu jawabannya, Ulil Amri. Ulil Amri di antara kalian [kata Allah dalam Alquran].
  • Siapakah Ulil Amri? | Cek tafsir. Tafsir Ibnu Abbas saya ambil mewakili Tafsir lainnya, bahwa Ulil Amri dipilah menjadi dua, yakni Ulama dan Umara. Urusan kesyariahan fikih atau urusan dalil naqli dan aqli itu di ranah Ulama. Urusan duniawi dan dalil aqli merupakan ranah Umara.
Ulil Amri terdiri dari Ulama Dewan dan Umara Dewan.
  • Ulama atau Umara yang mana? | Ulama Dewan dan Umara Dewan. Bukan Ulama Dewean. Bukan Umara Dewean.
  • Emang ada Umara Dewean? | Di Indonesia ini ada lho yang jelas bilang tidak mengakui Negara dan memproklamirkan diri sebagai Amir. Mari ikut logika Umara Dewan.
  • Berarti Umara Dewan itu Negara Kesatuan Republik Indonesia dan perangkatnya ya? | Persis.
  • Ulama Dewan itu siapa? | Ulama yang ada dalam Dewan. Kalau di Indonesia ya ada Majelis Ulama Indonesia [MUI]. Untuk urusan Muamalah ya ada Dewan Syariah Nasional MUI [DSN MUI].
  • Siapa saja Ulama yang ada di DSN MUI? | Ada Kyai Haji, Ustadz, Profesor, Doktor, Lc., MA, MH, Ak., CPA., MM., MEc., MH., MHum., MAg., Ph.D., M.Sc., dan gelar lainnya, ada Hafizh, Hafizhah, Ahli Tafsir, Ahli Hadits, Ahli Tashowwuf, Ahli Mantiq, Ahli Fiqh Muqaran, Ahli Fiqh Klasik, Ahli Ekonomi, Ahli Ekonomi Syariah, Ahli Akuntansi, Ahli Fiqh Ibadah, Ahli Ushul Fiqh, Ahli Qawaid Fiqh, Ahli Fiqh Muamalah Klasik, Ahli Akuntansi, Ahli Falaq, Ahli Riset, Ahli Ilmu Alat, Ahli Hukum, Ahli Nahwu Shorof, Ahli Fiqh Muamalah Kontemporer, Ahli Regulasi, Ahli Bahasa, Ahli Tarikh, Ahli Hukum Positif, Ahli Praktik, Ahli Keuangan, Zuama, representasi ormas seperti NU, Muhammadiyah, Persis dan lainnya, ngumpul jadi satu.
  • Catat, semua keahlian itu cukup KHAYAL dimiliki oleh satu orang saja. | Itu semua hanya ada dalam DEWAN.
  • Apakah sanad keilmuannya sampai Rasulullah? | Yes. Terlalu banyak Ulama di Indonesia ini yang sanadnya jelas ke Rasulullah. Di kampung sangat banyak. Di DSN MUI banyak. Cuma, beliau-beliau tidak sempet aktif di social media.
  • Jadi, sebenarnya apakah Bank Syariah sudah Syar’i? | Sudah. Konsepnya sudah. Prosedurnya sudah. Praktiknya, awasin aja.
  • Apakah Bank Syariah sudah sesuai Syariah? Buktinya? | Buktinya ya ketika ada Bank Syariah beroperasi, maka pasti sudah mengantongi Surat Izin Usaha dan Izin Produk Syariah. Sudah mendapatkan validasi dan persetujuan dari Dewan Pengawas Syariah [DPS] DSN MUI. Di setiap prosedurnya.
  • Siapa itu DPS DSN MUI? | Gampangnya, DPS DSN MUI adalah kepanjangan tangan dari DSN MUI di setiap Bank Syariah untuk mengawasi Bank Syariah. Jumlahnya biasanya 2 orang.
  • Sedikit banget DPS-nya? Apa bisa mengawasi seluruh cabang di Indonesia? | DPS sedikit, tapi pasukan auditor pasti akan ada di setiap cabang. Pengalaman saya jadi praktisi, setiap auditor itu bertanggungjawab melakukan audit dengan lebih dari 3000 item audit. Audit operasional dan bisnis. Audit atas pelaksanaan SOP otomatis audit kesyariahan. Representasi kesyariahan kan ada di SOP. Standard Operating Procedure.
  • Jadi, DPS melakukan pengawasan disupport juga oleh Auditor di setiap cabang.
  • DPS DSN MUI di kantor pusat aja? | Kadang-kadang sidak [inspeksi mendadak] ke kantor cabang. Tanpa pemberitahuan. Jadi, selain audit reguler di setiap cabang, ada juga sidak.
  • Gimana jika ada perselisihan pendapat di kalangan Ulil Amri? | Kembali kepada Alquran Hadits versi tafsiran Ulama Dewan.
Bank yang Syar’i adalah Bank yang sudah memenuhi rukun dan syarat transaksi Syariah.” Ifham Quotes
  • Jadi, apakah Bank Syariah bener-bener sudah Syar’i? | Sudah. Dari sisi konsep sudah. Dari prosedur sudah.
  • Kok banyak praktiknya yang tidak sesuai Syariah? | Praktiknya yang menyimpang? Berarti Anda otomatis setuju bahwa Prosedur sudah benar. Berarti praktisi atau/dan nasabahnya yang menyimpang, BUKAN Bank Syariahnya. Solusinya ya silahkan ajarin praktisi atau/dan nasabah yang menyimpang itu agar paham dan taat prosedur. Ajarin. Kalau nggak mampu ngajarin, diamlah. Kata Hadits Shahih.
  • Kok jadi nyalahin praktisi atau nasabah? | Lho kan tadi dituduh praktiknya tidak sesuai Syariah? Berarti itu bukan lagi di sisi Prosedur, tapi di sisi praktisi atau nasabahnya. Di sisi ORANG-nya yang berpraktik.
  • Kok jadi kita yang diminta ngajarin? | Lho kan ANDA yang merasa MELIHAT penyimpangannya kan? Anda yang menuduh adanya kemungkaran kan? Maka tugas Anda untuk mbenerin.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُولُ: مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

  • Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Ibnu Majah.

Orang yang melihat kemungkaran [yang beneran kemungkaran] di antara kalian, maka tugas orang yang melihatnyalah untuk mbenerin pake power [yad, kekuasaan, kemampuan, aksi nyata, sistemik, syariah, legal formal]. Jika nggak mampu mbenerin pake power, maka benerin pake lisan [dan/atau tulisan]. Jika nggak mampu mbenerin pake lisan, maka benerin pake hati, diam, cukup ingkari dan doakan, meski itulah selemah-lemah iman.

  • Jadi, pengkritik harus mbenerin? | Absolutely yes!.

Kalau pengkritiknya nggak mampu benerin, kalau nggak mampu ngasih solusi, mending ngerjain aktivitas lain aja, nggak perlu repot-repot mengkritik. Itu jika paham dan taat apa kata Hadits tentang ketika kita melihat kemungkaran.

  • Kalau Ulama Dewan yang salah? | Silahkan Anda gantikan Ulama Dewan itu, atau audiensi aja dengan Ulama Dewan, sampaikan bagian mana yang salah, sampaikan solusinya, positif, konstruktif. Jika tidak mampu melakukan kedua hal itu, maka diam adalah masih kategori punya iman. Kalau nggak paham seluk beluk Bank Syariah ya mending nulis tema lain saja, apalagi jika niatan Anda sengaja ingin mengkritik. Pahami dulu konsepnya, sebelum mengkritik.
  • “Pengkritik itu harus tanggung jawab. Mbenerin yang beneran salah. Itu, jika mampu. Bukan tugas orang lain. | Jika nggak mampu mbenerin yang salah, diam sajalah!” Ifham Quotes

Simpulan:

Bank Syariah sudah Syar’i. Menurut Ulama Dewan. Bukan menurut Ulama Dewean. Bukan menurut Akal Dewean. Bank Syariah sudah sesuai Syariah dari sisi konsep dan prosedur. Jika praktiknya salah, tugas yang melihat kesalahan praktik Bank Syariah adalah ngajarin praktisi atau nasabah yang salah praktik itu agar paham dan taat praktik. Jika nggak mampu ngajarin atau mbenerin yang salah, maka diamlah agar masih masuk kategori punya iman, walau lemah. Masih punya iman.

Oleh Ahmad Ifham Sholihin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *