Akad Pembiayaan Hanya MOU?

Akad Pembiayaan Hanya MOU?

Akad Pembiayaan Hanya MOU

Kritikan: Akad Pembiayaan Bank Syariah baru hanya sekedar MOU [Memorandum of Understanding], Belum Akad.”

===========================================================

Coba perhatikan logika berikut ini:

“Buku Nikah bukan Akad. Akadnya dilaksanakan secara LISAN. | Simpulan: Akad Nikahnya Sah sesuai Syariah dan sesuai Hukum Positif, meskipun TIDAK ADA Berkas Akad Nikah.” Ifham Quotes

“Buku Nikah bukan Akad. Akadnya dilaksanakan secara LISAN. | Simpulan: Akad Nikahnya Sah sesuai Syariah dan sesuai Hukum Positif, meskipun Buku Nikah tersebut BUKAN Berkas Akad Nikah.” Ifham Quotes

Begitu juga dengan Logika Akad Pembiayaan Syariah yang dituding baru sekedar MOU. Di sini, saya tidak akan membedah banyak hal terkait apakah Akad Pembiayaan Syariah sudah sah disebut akad atau masih layak disebut MOU.

Jika memang beneran baru sah disebut MOU, ini tidak akan mengganggu keabsahan Bank Syariah sesuai Syariah Islam, jika Rukun dan Syarat Akadnya sudah benar-benar dipenuhi secara tidak tertulis. Sudah ada pelakunya, sudah jelas objeknya, dan sudah ada ijab qabul. Boleh menggunakan wakalah.

Untuk memahami keabsahan Rukun dan Syarat sahnya Akad, jika ingin menelusuri lebih jauh lagi, maka Anda juga harus memahami keabsahan Qabdh [serah terima], baik dari sisi hukmi maupun haqiqi, bahkan jika sudah memenuhi Urf [dan tidak zhalim dan tidak gharar], maka Qabdh tersebut sudah sah. Serah terima dalam Jual Beli tersebut sudah sah.

Dan andai saja praktiknya menyalahi prosedur Bank Syariah, berarti Bank Syariahnya sudah benar. Praktisi dan/atau Nasabahnya yang harus diajarin agar mematuhi prosedur. Solved.

Terkait analogi di atas, bisa kita pastikan juga keduanya sama-sama dibela oleh Hukum Positif level Undang-undang. Ada Undang-undang Perkawinan dan ada Undang-undang Perbankan Syariah.

Jika memang Akad Pembiayaan Syariah ini mau disempurnakan lagi dari sisi tata legal Hukum Positifnya, silahkan. Silahkan ajukan saja konsepnya, lakukan audiensi. Jangan bawa-bawa isu tidak sesuai Syariah, apalagi dituduh tidak sesuai Fatwa DSN MUI sedangkan Anda sendiri tidak pernah audiensi atau konfirmasi kepada representasi DSN MUI terkait Tafsiran atas Fatwa.

Simpulan: Akad Pembiayaan Syariah ini dituding masih MOU pun ternyata tidak melawan Syariah Islam.

Oleh Ahmad Ifham Sholihin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *