KPR Tanpa Bank

KPR Tanpa Bank

KPR Tanpa Bank

Kritikan: Ayo pake KPR Tanpa Bank, Tanpa Sita, Tanpa Denda, Tanpa Asuransi, Tanpa BI Checking, Tanpa Akad Batil.”

===========================================================

Ada kampanye seperti itu di masyarakat. Biasanya mereka memproklamirkan diri sebagai Developer Property Syariah atau sejenisnya.

Perhatikan:

  • Tanpa BI Checking? | BI Checking atau Ideb SLIK itu instrumen sangat bagus. Tujuannya kan untuk mengukur kemampuan bayar seseorang [yang mau berhutang]. Kok malah ditiadakan. Bahaya.
  • Tanpa Bank? | Ah ini mempersulit diri. Mempersulit likuiditas. Mempersulit hal yang sudah ada solusi mudahnya. Perhatikan juga, Anda pake uang itu kan pasti berarti Anda pake Bank.
  • Tanpa Sita Agunan? | Agunan itu bukti keseriusan nasabah untuk menepati akad. Mau ditiadakan? Bahaya. Gimana manajemen risiko Anda?
  • Tanpa Denda? | Denda telat bayar kan jelas boleh dikenakan. Dibela Alquran dan Hadits. Saya bahas juga di buku ini. Denda telat bayar yang diterapkan di Bank Syariah itu jelas bukan Riba karena disalurkan pada pos dana sosial dan kebajikan.
  • Tanpa Asuransi? | Siap ikhlas jika kebakaran? Siap ikhlas jika ada hal yang menyebabkan rumah Anda bermasalah? Siap ikhlas kehilangan rumah Anda? Silahkan saja sih jika siap ikhlas.
  • Tanpa akad batil? | Konsep KPR Syariah di Bank Syariah sudah sesuai Syariah menurut Ulama Dewan [DSN MUI]. Bukan menurut Ulama Dewean. Bukan menurut Akal Dewean. | Andai saja praktiknya melenceng dari aturan Bank Syariah, kan tinggal silahkan ajarin praktisi atau/dan nasabahnya agar menaati aturan Bank Syariah. Kan bedes kan. Solved.
  • KPR Syariah Tanpa Bank ini juga konon tanpa agunan. Agunan bukan sertifikat objek yang diperjualbelikan. Agunan berupa Agunan punya orang lain. | Betapa repotnya harus pinjam agunan saudara atau tetangga. Apa setiap saudara punya Agunan? Apa setiap saudara yang punya Agunan itu Agunannya tidak sedang diagunkan? Apa setiap saudara yang punya Agunan dan Agunannya memang nganggur, trus pasti baik hati meminjamkannya kepada Anda? Trus, sertifikat objek akadnya mau diapain? Nyimpannya dimana? Siapa yang mengelola? Siapa yang tanggung jawab secara legal formal?
  • Berarti tanpa Manajemen Pembiayaan rapi dari analisis sampai penyelesaian? | Bikin prosedur sendiri? Yakin bisa bagus dan maksimal? Bank Syariah yang bikin manajemen risiko rapi saja bisa kebobolan.
  • Satu lagi, gimana manajemen risikonya? Gimana manajemen likuiditasnya? Gimana penyelesaian sengketanya? Gimana berkas legalnya? Gimana nasib Nasabah, jika rumahnya kenapa-napa? Gimana status badan hukumnya? dan lain-lain.

Simpulan: KPR Tanpa Bank, cermati risikonya, putuskan.

Oleh Ahmad Ifham Sholihin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *